Korea Utara Salahkan Israel sebagai Penyebab Pertumpahan Darah di Gaza

Foto : Ist

Landasan.id РJakarta РMedia pemerintah Korea Utara (Korut), Rodong Sinmun, menyalahkan Israel karena menyebabkan pertumpahan darah di Gaza, setelah saling serang yang terjadi antara kelompok militan Palestina Hamas dengan militer Israel sejak Sabtu (7/10).
Hamas menembakkan ribuan roket ke Israel pada Sabtu (7/10), yang mengakibatkan ratusan orang tewas. Serangan itu kemudian dibalas Israel dengan mengepung dan membombardir Gaza, wilayah yang dikuasai Hamas.

Perang Israel dan Hamas masih berlangsung sampai hari ini (12/10). Rodong Sinmun sendiri menerbitkan artikel singkat tentang konflik dan korban jiwa dari aksi saling serang tersebut.

“Masyarakat internasional mengklaim bahwa bentrokan ini adalah akibat dari tindakan kriminal Israel yang terus menerus terhadap rakyat Palestina, dan jalan keluar yang mendasar adalah dengan membangun negara Palestina yang merdeka,” kata surat kabar Rodong Sinmun, Selasa (10/10).

Kekerasan yang terjadi telah menewaskan lebih dari 1.500 orang dari sisi Israel maupun Palestina. Hal ini mendorong deklarasi dukungan internasional kepada Israel dan seruan untuk mengakhiri pertempuran dan melindungi warga sipil setelah peristiwa serangan besar Hamas yang mendadak akhir pekan lalu.

Seperti dikutip dari Reuters, Hamas sendiri dilaporkan mengancam akan mengeksekusi seorang tawanan Israel setiap kali militer Negeri Zionis itu mengebom rumah warga Palestina tanpa peringatan. Kekhawatiran juga muncul akan serangan darat oleh Israel, yang bakal mengerahkan 300 ribu tentara cadangan dan memberlakukan blokade terhadap Gaza.

Media pemerintah Korea Utara sering kali menentang pandangan Barat, terutama Amerika Serikat, terkait persoalan isu-isu internasional.

Pada Senin (9/10), media pemerintah Korut ini mengecam adanya “kekuatan musuh di dalam dan di luar Suriah”, terkait atas serangan pesawat tak berawak baru-baru ini yang menyebabkan banyak korban di Suriah. Rodong Sinmun juga menyebutnya sebagai upaya teroris untuk menggulingkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Sumber : CNNindonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *