Tegang, Road Race Bupati Cup 2022 Dihentikan Paksa

Avatar
Sejumlah pengurus takmir Masjid Jamik saat mendatangi Road Race Bupati Cup 2022 di sirkuit Alun-Alun Sumenep, Ahad (30/10). (Foto: maduraindepth.com)

 Landasan.id – Pagelaran Road Race Bupati Cup 2022 terpaksa dihentikan, Ahad (30/10). Penyebabnya, ajang balap motor yang digeber dalam rangka Hari Jadi ke 753 Kabupaten Sumenep itu digruduk sejumlah pengurus takmir dan pemuda Masjid Jamik Sumenep.

Alasan penghentian paksa itu dikarenakan balapan yang digelar di Sirkuit Alun-Alun Sumenep itu tetap berlangsung menjelang pelaksanaan ibadah shalat dzuhur. Sehingga, hal itu dianggap menganggu masyarakat yang hendak menjalankan ibadah.

Pantauan di lokasi, sekitar pukul 11.00, sejumlah pengurus takmir dan pemuda Masjid Jamik Sumenep memasuki lintasan saat balapan masih berlangsung. Karena tidak kondusif, pihak penyelenggara meminta agar para pembalap kembali ke Paddock.

Di lintasan, pengurus takmir dan pemuda Masjid Jamik menyampaikan kekesalannya kepada pihak penyelenggara. Kejadian itu sontak menyita perhatian semua pengunjung yang menonton balapan tersebut. Karena tak menemukan titik terang, Road Race Bupati Cup 2022 itu akhirnya terpaksa dihentikan.Ketua Pemuda Masjid Jamik Sumenep, Fausi Al Qodiri menyebut, pihaknya tidak mempermasalahkan adanya pagelaran Road Race Bupati Cup 2022. Namun, penyelenggara yang tetap melanjutkan balapan pada saat memasuki waktu ibadah shalat dzuhur dianggap tidak mencerminkan sikap toleransi.

“Kami datang memberikan teguran dengan keras. Sudah menjelang adzan dzuhur, tapi balapan masih berlangsung. Apa susahnya berhenti, jeda 10-15 menit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Moh Iksan mengatakan, pihaknya sudah memberikan arahan sebelumnya kepada penyelenggara. Salah satunya agar balapan dihentikan sementara jika sudah memasuki waktu ibadah shalat.

Dia menerangkan, insiden yang terjadi akan menjadi evaluasi agar ke depan tidak terulang kembali. “Insiden ini jadi pelajaran untuk dievaluasi, agar tahun depan tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

Sumber : maduraindepth.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *