Palu, LANDASAN.ID – DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi lokal dan ekonomi syariah melalui momentum Ramadan 1447 Hijriah. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPRD Sulteng, Henri Muhidin, yang mewakili Ketua DPRD Sulteng saat menghadiri kegiatan Road to Fesyar SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri) Gebyar Ramadan 2026.
Kegiatan yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulteng di Masjid Baitul Khairaat, Palu, Rabu (18/02/2026), mengusung tema “Rupiah Memberi Makan di Bulan Penuh Berkah.”
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sulteng, unsur Forkopimda, MUI Kota Palu, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Henri Muhidin menekankan bahwa DPRD Sulteng memandang kegiatan SERAMBI bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan instrumen strategis untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan sektor ekonomi berbasis syariah.
“Momentum Ramadan harus menjadi penggerak solidaritas sosial sekaligus penguatan ekonomi lokal. Setiap rupiah yang beredar di masyarakat harus memberi manfaat nyata—membantu sesama dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Henri.
Menurutnya, di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat, kolaborasi antara lembaga keuangan, pemerintah, dan DPRD menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi serta meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Sebagai wakil rakyat, Henri menyatakan DPRD Sulteng akan terus mendukung kebijakan yang memperkuat ekonomi inklusif dan berkelanjutan, termasuk pengembangan ekonomi syariah, literasi keuangan, serta edukasi masyarakat terkait Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
DPRD juga menilai upaya Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar selama Ramadan dan Idul Fitri merupakan bagian penting dari stabilitas ekonomi daerah.
“Kami di DPRD tentu mendukung setiap program yang berdampak langsung pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal. Ini bagian dari tanggung jawab bersama untuk membangun Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera,” ujarnya.
Henri berharap kegiatan SERAMBI Gebyar Ramadan 2026 mampu mempererat sinergi antar lembaga serta menjadi momentum memperkuat nilai gotong royong dalam membangun perekonomian daerah.
“Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kebermanfaatan sosial dan ekonomi. DPRD Sulteng akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada rakyat dan memperkuat kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, DPRD Sulteng menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga legislasi dan pengawasan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.












