KADIN Parigi Moutong Dorong Lompatan Ekonomi Lewat Program 9 BERANI, Durian Jadi Penggerak Triliunan Rupiah

Parigi Moutong, LANDASAN.ID — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong menegaskan bahwa pembangunan ekonomi di Sulawesi Tengah kini telah bertransformasi dari sekadar berbasis potensi menuju capaian nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Ketua KADIN Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, dalam forum koordinasi yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (01/04/2026), di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong.

Forum tersebut dihadiri jajaran BAPPEDA provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, bersama unsur pemerintah, perbankan, pelaku usaha, hingga petani. Kehadiran petani durian sukses dari Desa Burangan, Kecamatan Ampibabo, menjadi bukti konkret transformasi ekonomi berbasis komoditas unggulan di tingkat desa.

Faradiba menegaskan, kehadiran KADIN bukan sekadar simbol organisasi, melainkan representasi dunia usaha yang bekerja langsung di lapangan.

“Hari ini kita tidak lagi bicara potensi. Kita bicara hasil. Parigi Moutong sudah menembus pasar ekspor durian dunia,” tegasnya.

Ia menjelaskan, KADIN sebagai organisasi yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan realitas dunia usaha.

“KADIN adalah jembatan. Apa yang dirancang pemerintah harus bertemu dengan kebutuhan dan dinamika pelaku usaha,” ujarnya.

Melalui visi “1 Rumah 1 Pengusaha”, KADIN Parigi Moutong mendorong lahirnya kemandirian ekonomi masyarakat desa, dengan menggeser pola pikir dari pekerja menjadi pelaku usaha produktif berbasis potensi lokal.

Sektor durian kini menjadi contoh paling nyata. Sulawesi Tengah tercatat telah mengekspor sekitar 40.000 ton durian ke pasar internasional, terutama Tiongkok. Produksi tersebut ditopang oleh sekitar 4.000 hektare kebun durian montong dengan lebih dari 400.000 pohon produktif, serta didukung 30 unit packing house.

“Durian hari ini bukan sekadar buah, tapi instrumen ekonomi yang menggerakkan desa,” katanya.

Dampak ekonomi yang dihasilkan pun signifikan. Jika sebelumnya perputaran uang ditargetkan Rp1 triliun, tahun ini KADIN Parigi Moutong menargetkan lonjakan hingga Rp3 triliun dari pasar Tiongkok.

“Ini bukan sekadar angka. Uang ini langsung berputar di desa—ke petani, tenaga kerja, hingga pelaku usaha lokal. Inilah ekonomi yang hidup,” jelasnya.

Meski demikian, Faradiba menyoroti masih lemahnya kontribusi sektor ini terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), akibat belum optimalnya regulasi tata niaga.

“Masalahnya bukan pada potensi, tapi pada regulasi yang belum hadir untuk mengikat dan mengarahkan,” tegasnya.

Ia menekankan, keberhasilan sektor durian merupakan implementasi konkret Program 9 BERANI. Di sektor hulu, BERANI Panen Raya diwujudkan melalui perluasan kebun, distribusi bibit unggul, dan pendampingan petani. Sementara di sektor hilir, BERANI Nambaso mendorong penguatan packing house, hilirisasi produk, hingga akses pasar global.

“Hulu bergerak, hilir berjalan, pasar terbuka. Program BERANI bukan konsep, tapi sudah hidup di Parigi Moutong,” ujarnya.

Ke depan, ia mendorong pemerintah memperkuat ekosistem industri, mulai dari regulasi tata niaga, infrastruktur logistik, hingga iklim investasi yang kondusif.

“Dunia usaha siap berlari cepat. Yang dibutuhkan adalah jalan yang dibuka oleh pemerintah,” katanya.

Menutup pernyataannya, Faradiba optimistis Parigi Moutong telah bertransformasi menjadi daerah produksi dan ekspor, bukan lagi sekadar wilayah dengan potensi.

“Jika Program 9 BERANI dijalankan secara kolaboratif, maka yang kita panen bukan hanya durian, tapi kesejahteraan masyarakat.”

Ia juga membuka peluang kolaborasi bagi seluruh daerah di Sulawesi Tengah.

“Jika ingin investasi masuk, KADIN siap menjadi jembatan antara potensi daerah dan investor,” pungkasnya.

Dengan penuh keyakinan, ia menegaskan:

“Setiap buah durian yang jatuh, harus membawa nilai ekonomi bagi rakyat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *