Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat mengantisipasi potensi lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. Rabu, 18/02/2026.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pemkab Parigi Moutong menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 11 titik kecamatan sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Program ini menjadi bentuk intervensi langsung pemerintah hingga ke tingkat desa melalui skema subsidi, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau selama Ramadan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong, Sofiana, menegaskan bahwa GPM merupakan langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah, khususnya pada sektor pangan.
“Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokoknya,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan GPM kali ini, pemerintah menyalurkan sejumlah komoditas strategis dengan harga di bawah pasaran, di antaranya:
- Beras sebanyak 5 ton, dikemas 5 kg seharga Rp55.000
- Minyak goreng Minyakita sebanyak 400 karton atau 1.250 bungkus
- Gula pasir sebanyak 5 ton
- Telur ayam sebanyak 750 rak
- Bumbu dapur, meliputi cabai (rica), bawang merah 500 kg, dan bawang putih 500 kg
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi di setiap lokasi pelaksanaan. Warga memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan dibanding harga pasar.
Meski demikian, Sofiana mengakui bahwa ketersediaan stok disesuaikan dengan alokasi subsidi dari Pemerintah Daerah.
“Minat masyarakat sangat besar. Namun, jumlah komoditas memang menyesuaikan kuota dan kemampuan anggaran subsidi,” jelasnya saat meninjau titik terakhir pelaksanaan GPM.
Ia juga menyampaikan bahwa volume bantuan tahun ini mengalami penyesuaian dibanding tahun sebelumnya sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran. Kendati demikian, manfaat program tetap dirasakan langsung oleh masyarakat di 11 desa yang tersebar di 11 kecamatan, termasuk Kecamatan Parigi Utara.
Di Desa Afualua, Kecamatan Parigi Utara, misalnya, pemerintah menyediakan 250 paket pangan murah yang masing-masing berisi 2 kilogram minyak goreng dan 2 kilogram beras dengan harga hanya Rp55.000 per paket.
Pemkab Parigi Moutong memastikan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas harga dan memperluas jangkauan program.
“Insyaallah, menjelang Hari Raya Idulfitri nanti, Gerakan Pangan Murah akan kembali digelar di beberapa kecamatan lainnya agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tutup Sofiana.
Melalui langkah ini, Pemkab Parigi Moutong berharap inflasi daerah tetap terkendali serta masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.












