Disdikbud Parigi Moutong Intensifkan Pelatihan Guru PAUD, Dorong Pembelajaran Digital dan Cegah Stunting

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Dahniar Abdul hHamid. /Foto: IST AI

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong terus mengintensifkan program peningkatan kapasitas guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) guna mendorong kualitas pembelajaran yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada tumbuh kembang anak.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Dahniar, mengungkapkan bahwa pelatihan bagi tenaga pendidik dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Pelatihan terus kami lakukan dari tahun ke tahun. Salah satunya pelatihan digital bagi guru PAUD, terutama setelah adanya bantuan televisi papan digital dari pemerintah pusat,” ujarnya saat di konfirmasi media ini, Selasa, 14/04/2026.

Ia menjelaskan, dalam pelatihan tersebut para guru tidak hanya diajarkan mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga didorong mengembangkan metode pembelajaran berbasis visual agar proses belajar menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami anak.

Selain penguatan kompetensi digital, Disdikbud Parigi Moutong juga memberikan perhatian serius pada isu kesehatan anak, khususnya pencegahan stunting. Para guru PAUD dibekali pemahaman terkait aspek tumbuh kembang anak serta cara menyampaikan edukasi kesehatan secara efektif kepada peserta didik dan orang tua.

“Peran guru PAUD sangat strategis dalam memberikan edukasi sejak dini, termasuk terkait pencegahan stunting,” jelasnya.

Tak hanya itu, pelatihan juga menyasar penguatan tata kelola data pendidikan melalui program PAUD Holistik Integratif yang terhubung dengan Program Keluarga Harapan (PKH). Guru dan operator sekolah dilatih melakukan penginputan data secara tepat ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Menurut Dahniar, penginputan data secara berkala menjadi kunci dalam memantau perkembangan anak secara komprehensif.

“Di Dapodik sudah tersedia kolom khusus. Jika tidak diinput, perkembangan anak tidak akan terdeteksi. Karena itu, sebaiknya dilakukan setiap semester,” tegasnya.

Di sisi lain, penguatan kapasitas guru juga dilakukan melalui pelatihan kurikulum dengan menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat. Materi yang diberikan mencakup strategi pembelajaran, termasuk teknik membuka kelas yang efektif agar suasana belajar lebih menyenangkan tanpa mengabaikan standar kurikulum nasional.

Melalui berbagai program tersebut, Disdikbud Parigi Moutong berharap para guru PAUD semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *