TKA Online di Parigi Moutong Uji Ketimpangan Akses: Siswa Pegunungan Harus “Menumpang”

Kabid Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim. /Foto: FB

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mulai menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI sederajat secara daring dengan sistem bergelombang, sebagai strategi mengantisipasi keterbatasan jaringan dan infrastruktur di sejumlah wilayah.

Pelaksanaan TKA dibagi dalam dua gelombang utama. Gelombang I tahap I berlangsung pada 20–21 April, dilanjutkan tahap II pada 22–23 April. Sementara gelombang II tahap I dijadwalkan pada 27–28 April dan tahap II pada 29–30 April.

Selain itu, Disdikbud juga menyiapkan gelombang khusus pada 25–26 April bagi sekolah atau siswa yang belum sempat mengikuti pada jadwal sebelumnya.

Kabid Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, menjelaskan bahwa setiap hari pelaksanaan dibagi menjadi tiga sesi untuk menyesuaikan jumlah peserta di masing-masing sekolah.

“Dalam satu sesi maksimal 20 siswa. Jika jumlah peserta lebih banyak, maka dibagi hingga tiga sesi dalam sehari,” ujarnya, Rabu (22/4).

TKA dilaksanakan secara online dengan materi utama literasi dan numerasi. Literasi mencakup kemampuan berbahasa Indonesia, sementara numerasi berkaitan dengan kemampuan matematika. Menariknya, pelaksanaan TKA kini juga terintegrasi dengan survei karakter dan survei lingkungan belajar.

Dengan skema ini, asesmen yang sebelumnya terpisah dalam Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) kini digabung dalam satu sistem TKA.

Peserta TKA difokuskan pada siswa kelas VI, sedangkan siswa kelas I hingga V diliburkan selama pelaksanaan berlangsung.

Menghadapi tantangan geografis Parimo, khususnya di wilayah pegunungan seperti Tinombo, Palasa, dan Tomini, Disdikbud telah melakukan pemetaan sarana dan prasarana sejak awal.

Sekolah dengan fasilitas memadai ditetapkan sebagai pelaksana mandiri. Sementara itu, sekolah yang memiliki keterbatasan jaringan dan listrik diarahkan untuk bergabung atau “menumpang” di sekolah lain yang lebih siap.

“Kami tidak memaksakan sekolah yang belum siap. Jika saat simulasi ditemukan kendala, langsung diarahkan untuk menumpang,” tegas Ibrahim.

Untuk memastikan kelancaran, Disdikbud juga menggandeng PLN dan Telkom guna menjaga stabilitas listrik dan jaringan internet selama pelaksanaan.

Hingga hari ketiga gelombang I tahap II, belum ditemukan gangguan signifikan, terutama terkait pemadaman listrik.

Disdikbud berharap pelaksanaan TKA ini tidak hanya menjadi alat ukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *