Gedung TK Negeri 2 Toribulu Rusak Parah Pasca Kebakaran, Disdikbud Parimo Diharap Segera Lakukan Perbaikan

Bangunan gedung TK Negeri 2 Toribulu rusak parah akibat kebakaran. Foto: M.R.P.

Parigi Moutong, Landasan.id – Kondisi gedung Taman Kanak-kanak (TK) Negeri 2 Toribulu di Desa Pinotu, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, kini memprihatinkan. Sejak terbakar pada tahun 2024, bangunan tersebut rusak parah dan hingga saat ini belum juga mendapat perbaikan dari pemerintah daerah.

Atap dan plafon yang ambruk serta kebocoran di sejumlah titik membuat proses belajar mengajar tidak hanya terganggu, tetapi juga membahayakan keselamatan anak didik. Meski demikian, para guru tetap berusaha melaksanakan kegiatan belajar dengan segala keterbatasan.
“Kondisi gedung ini rusak sejak 2024 pasca terbakar, dan sampai sekarang belum kunjung diperbaiki,” ungkap Nurasia, S.Pd., salah satu guru TK Negeri 2 Toribulu, saat ditemui wartawan, Rabu (30/4/2025).

Ia menjelaskan, pihak sekolah sudah berulang kali melaporkan kerusakan tersebut kepada dinas terkait, namun belum mendapat respons. Menurutnya, hal ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap sarana pendidikan dasar yang berhubungan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan anak-anak.

“Sudah kami sampaikan kepada instansi terkait, tapi belum juga ada tindak lanjut,” ujarnya dengan nada kecewa.

Situasi menjadi semakin berisiko ketika cuaca buruk melanda. Para guru terpaksa memindahkan siswa ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari bahaya dari sisa kayu yang berpotensi jatuh dari atap.

“Kalau hujan atau angin kencang bertepatan dengan waktu belajar, kami harus mengungsi keluar ruangan supaya anak-anak tidak tertimpa bagian bangunan yang bisa jatuh kapan saja,” jelasnya.

Meski menghadapi kondisi yang jauh dari layak, semangat guru dan siswa tidak surut. Kegiatan belajar tetap berjalan meski harus menanggung rasa khawatir.

Namun, para guru berharap pemerintah segera memberikan solusi nyata.

“Kami berharap Dinas Pendidikan segera merespons laporan ini dan melakukan perbaikan secepatnya demi keamanan dan kelancaran belajar anak-anak,” tegas Nurasia.

Kerusakan gedung sekolah yang dibiarkan berlarut-larut bukan hanya mengancam keselamatan, tetapi juga mencerminkan masih minimnya perhatian terhadap pemenuhan hak pendidikan anak usia dini di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *