Pemkab Parigi Moutong Luncurkan “Sehat Bersama”, Perkuat Layanan Kesehatan hingga Pelosok

Foto Bersama Pada Kegiatan Program Sehat Bersama (Sehat Bersama Erwin–Sahid dan Masyarakat) di Puskesmas Ampibabo. /Foto: IST

PARIGI MOUTONG, LANDASAN.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Kesehatan resmi meluncurkan Program Sehat Bersama (Sehat Bersama Erwin–Sahid dan Masyarakat) di Puskesmas Ampibabo, Selasa (15/07/2025). Program ini menjadi langkah konkret dalam 100 hari kerja Bupati H. Erwin Burase, S.Kom dan Wakil Bupati H. Abdul Sahid, S.Pd, untuk memperluas akses layanan kesehatan yang merata dan inklusif.

Peluncuran program dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati sebagai simbol komitmen kuat pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah terpencil. Program ini juga disinergikan dengan Program Berani Sehat yang telah lebih dulu diluncurkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pada April 2025.

Bupati Erwin Burase menegaskan, “Sehat Bersama” bukan sekadar program, melainkan gerakan kolektif untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

“Kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi tanggung jawab bersama. Program ini menjadi prioritas kami dan akan terus berlanjut dalam dokumen RPJMD daerah,” tegas Erwin.

Senada, Wakil Bupati Abdul Sahid menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pelayanan kesehatan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat.

“Kita butuh kerja bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat agar layanan kesehatan benar-benar menyentuh hingga ke tingkat desa,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, I Gede Widiadha, SKM, M.AP, menjelaskan bahwa “Sehat Bersama” dirancang sebagai program inovatif berbasis kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.

Ia merinci sejumlah program unggulan yang langsung diimplementasikan, antara lain:

  • Rujukan Pasien Gratis
    Layanan rujukan tanpa biaya dari puskesmas ke rumah sakit bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.
  • Distribusi Sarana dan Teknologi
    Penyediaan kendaraan roda dua untuk bidan desa dan petugas imunisasi, serta 140 unit laptop guna mendukung digitalisasi layanan kesehatan.
  • Layanan OTOMATIS (Oto Mayat Gratis)
    Fasilitas pengantaran jenazah dari layanan kesehatan ke rumah duka bagi masyarakat kurang mampu.
  • Universal Health Coverage (UHC)
    Cakupan jaminan kesehatan daerah yang telah menjangkau 82 persen penduduk, terutama masyarakat yang terdaftar dalam DTKS dan DTSEN.

“Program ini bertujuan memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, pembangunan kesehatan di Parigi Moutong akan berjalan berkelanjutan,” jelas Gede Widiadha.

Peluncuran program ini turut dihadiri Ketua DPRD Parigi Moutong, anggota Komisi IV DPRD, unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, Kepala BPJS Cabang Parigi, Kepala RS Sehat Baznas, kepala puskesmas se-Kabupaten Parigi Moutong, serta insan pers dan tamu undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *