Daerah  

Bupati Parigi Moutong Minta DPRD Bentuk Pansus Ungkap Penambahan Titik WPR

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase. /Foto: IST

Parigi Moutong, Landasan.id – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penambahan usulan titik Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Permintaan tersebut disampaikan Bupati Erwin usai menghadiri rapat paripurna bersama DPRD Parigi Moutong, Senin (28/10/2025). Ia menilai pembentukan pansus menjadi langkah yang lebih tepat dan objektif dalam mengungkap polemik tersebut.

“Saya rasa kurang baik kalau saya yang melapor sendiri terkait jajaran di bawah saya. Dengan adanya pansus, proses pengawasan akan lebih transparan dan menyeluruh,” ujar Bupati Erwin.

Bupati menjelaskan, keberadaan pansus penting untuk memperkuat fungsi pengawasan legislatif, sekaligus menelusuri siapa saja yang terlibat dalam penambahan jumlah usulan WPR yang kini mencapai 53 titik.

Menurutnya, melalui mekanisme pansus, DPRD memiliki kewenangan memanggil berbagai pihak untuk dimintai keterangan secara mendalam. Hasil dari penelusuran tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi resmi yang akan diserahkan kepada aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti.

Saat ditanya terkait dugaan keterlibatan oknum internal pemerintah, Bupati Erwin memilih berhati-hati dalam memberikan tanggapan.

“Untuk orang dalam saya belum bisa pastikan. Mungkin iya, mungkin tidak. Silakan telusuri ke bagian tata ruang karena mereka yang lebih memahami secara teknis proses pengusulan dokumen WPR,” jelasnya.

Ia menegaskan, dengan terbentuknya pansus, semua pihak yang terkait akan terungkap secara terang benderang.

“Dengan adanya pansus, pasti akan diketahui siapa yang menjadi dalang dalam penambahan jumlah WPR tersebut,” tegasnya.

Bupati Erwin juga menekankan komitmennya untuk memberikan sanksi tegas apabila ditemukan adanya aparat pemerintah atau pihak terkait yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Sanksi pasti ada, tapi kita pelajari dulu, termasuk menunggu rekomendasi resmi dari DPRD,” pungkasnya.

Menurutnya, tantangan zaman modern menuntut pemuda untuk tangguh, jujur, dan adaptif, tanpa kehilangan semangat nasionalisme yang menjadi fondasi berdirinya bangsa Indonesia.

“Kita hidup di zaman yang berat, tapi tidak boleh takut. Karena di setiap kota bahkan di pelosok kampung, masih banyak pemuda yang jujur, tangguh, dan berani,” kata Bupati Erwin.

Ia menambahkan, generasi muda saat ini memegang peran penting sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa. Indonesia, lanjutnya, membutuhkan sosok pemuda yang patriotik, gigih, empati, dan mencintai tanah air melalui tindakan nyata.

Pos terkait:  Pemkab Parigi Moutong Gelar Rapat Koordinasi Bersama Forkopimda, Lembaga Adat dan Tokoh Masyarakat

Pesan tersebut, kata Bupati Erwin, sejalan dengan semangat yang selalu diingatkan Presiden Joko Widodo, agar pemuda tidak takut bermimpi besar dan tidak gentar menghadapi kegagalan dalam menciptakan sejarah.

“Saya berpesan kepada seluruh pemuda dan pemudi agar terus menjaga api perjuangan dan membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, kuat, adil, makmur, dan disegani dunia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *