Example 728x90

FORKOM Bappeda Sulteng di Parigi Moutong, Kadis Pendidikan Beberkan Program “Berani Cerdas” dan Tantangan Rapor Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si., memaparkan arah kebijakan dan program strategis pendidikan dalam kegiatan Forum Koordinasi (FORKOM) Bappeda se-Sulawesi Tengah yang digelar di Auditorium Kantor Bupati Kabupaten Parigi Moutong. /Foto: FB

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si., memaparkan arah kebijakan dan program strategis pendidikan dalam kegiatan Forum Koordinasi (FORKOM) Bappeda se-Sulawesi Tengah yang digelar di Auditorium Kantor Bupati Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (01/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Maret hingga 2 April 2026 tersebut menempatkan Kabupaten Parigi Moutong sebagai tuan rumah, sekaligus menjadi ajang sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah lintas kabupaten/kota.

Dalam pemaparannya, Firmanza menegaskan bahwa seluruh program pendidikan di Sulawesi Tengah berlandaskan visi dan misi kepala daerah sebagai kontrak politik dengan masyarakat.

“Visi pembangunan kita adalah mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai wilayah pertanian dan industri yang maju dan berkelanjutan periode 2025–2029. Salah satu fokus utamanya adalah menciptakan masyarakat yang cerdas melalui peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Firmanza.

Ia menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui program unggulan Berani Cerdas, yang mencakup pendidikan gratis untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB, serta dukungan pembiayaan hingga ke perguruan tinggi.

Rapor Pendidikan Jadi Sorotan

Firmanza mengungkapkan, meskipun capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan tahun 2025 telah mencapai 99,50 persen, namun rapor pendidikan Sulawesi Tengah masih berada di angka 60,88.

Menurutnya, kondisi ini menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di daerah.

Pos terkait:  Langkah Baru KONI Parigi Moutong: Pickleball Masuk Daftar Cabor Binaan

“Dari data yang ada, tujuh kabupaten/kota mengalami peningkatan, tetapi tujuh lainnya justru menurun, termasuk provinsi. Ini harus kita evaluasi bersama,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi memperbaiki delapan indikator utama dalam rapor pendidikan, terutama peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Beasiswa dan BOSDA Jadi Andalan

Dalam forum tersebut, Firmanza juga membeberkan sejumlah program strategis yang telah berjalan melalui Berani Cerdas, di antaranya:

  • BOSDA sekitar Rp40 miliar
  • Bantuan seragam dan sepatu siswa kurang mampu Rp6 miliar
  • Bantuan Prakerin siswa SMK Rp27 miliar
  • Beasiswa siswa dan mahasiswa
  • Beasiswa S2 bagi guru
  • Digitalisasi pendidikan dan internet untuk sekolah terpencil

Khusus beasiswa mahasiswa, pada tahun 2025 lalu pemerintah provinsi telah menyalurkan Rp84,9 miliar kepada 23.568 mahasiswa. Tahun 2026, anggaran tersebut meningkat signifikan menjadi sekitar Rp264 miliar.

Tak hanya itu, Pemprov Sulteng juga mulai membuka beasiswa untuk jenjang S2, S3, hingga pendidikan spesialis, dengan skema pengabdian pasca studi.

Sistem Baru, Beasiswa Langsung ke Kampus

Dalam upaya meningkatkan akuntabilitas, Firmanza menegaskan bahwa mekanisme penyaluran beasiswa kini dilakukan langsung ke perguruan tinggi.

“Kami berlakukan tiga syarat utama, yakni mahasiswa harus aktif, memenuhi standar IPK, dan tidak menerima beasiswa lain. Ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” jelasnya.

Pembenahan Internal dan Kesejahteraan Guru

Selain program eksternal, Dinas Pendidikan juga melakukan pembenahan internal melalui digitalisasi layanan kepegawaian. Ke depan, proses administrasi guru akan dilakukan secara daring untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi.

Pos terkait:  Semarak Sambut Ramadan 1447 H, Pemkab Parigi Moutong Gelar Pawai Mobil Hias

Firmanza juga menekankan komitmennya dalam memastikan pembayaran gaji guru tepat waktu setiap tanggal 1.

“Kami ingin memastikan kesejahteraan guru terjaga, karena mereka adalah kunci utama peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.

Dorong Generasi Emas 2045

Di akhir pemaparannya, Firmanza mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama mewujudkan generasi emas 2045 melalui pendidikan yang berkualitas.

“Cerdas itu bukan hanya soal intelektual, tetapi bagaimana kita bisa memberi manfaat bagi orang lain. Itulah esensi pendidikan yang ingin kita bangun di Sulawesi Tengah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *