Berani Cerdas Tembus Batas: Sekolah Terpencil Sulteng Kini Mulai Terkoneksi Internet

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si., dalam pemaparannya pada kegiatan Forum Koordinasi (FORKOM) Bappeda se-Sulawesi Tengah yang digelar di Auditorium Kantor Bupati Kabupaten Parigi Moutong. Foto: FB

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses internet.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si., dalam pemaparannya pada kegiatan Forum Koordinasi (FORKOM) Bappeda se-Sulawesi Tengah yang digelar di Auditorium Kantor Bupati Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (01/04/2026).

Menurut Firmanza, digitalisasi pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam program Berani Cerdas, sebagai upaya pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

“Kami mendorong pengembangan digitalisasi pendidikan, termasuk menyediakan akses internet bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada tahun sebelumnya pemerintah telah memberikan bantuan akses internet kepada 13 sekolah yang belum terjangkau jaringan. Program tersebut akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026 dengan penambahan sekitar 10 sekolah sasaran.

Langkah ini dinilai penting untuk menjawab ketimpangan akses pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran di era digital.

“Kalau kita ingin kualitas pendidikan merata, maka akses terhadap teknologi juga harus merata. Tidak boleh ada sekolah yang tertinggal hanya karena tidak memiliki jaringan internet,” tegasnya.

Selain penyediaan infrastruktur, digitalisasi juga diarahkan pada pembenahan sistem layanan pendidikan. Ke depan, berbagai layanan administrasi kepegawaian guru akan dilakukan secara daring guna meningkatkan efisiensi dan transparansi.

“Pengurusan kenaikan pangkat, gaji berkala, dan administrasi lainnya tidak perlu lagi dilakukan secara manual. Semua akan kita dorong berbasis digital agar lebih cepat dan akuntabel,” jelas Firmanza.

Upaya percepatan digitalisasi ini juga diperkuat di tingkat daerah. Sejalan dengan kebijakan provinsi, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menyalurkan bantuan perangkat internet berbasis satelit (Starlink) sebanyak 15 unit untuk sekolah-sekolah terpencil.

Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Ibrahim, S.E., M.A.P., menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari dua sumber pendanaan, yakni pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta anggaran daerah.

“Sekolah yang belum menerima bantuan dari kementerian kami prioritaskan melalui anggaran dinas. Program ini memang difokuskan bagi sekolah yang belum memiliki akses internet,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk intervensi nyata pemerintah daerah dalam memastikan tidak ada sekolah yang tertinggal dalam akses teknologi pendidikan.

Melalui berbagai upaya ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap kualitas layanan pendidikan terus meningkat sekaligus memperkecil kesenjangan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil.

“Kita ingin memastikan seluruh anak di Sulawesi Tengah mendapatkan akses pendidikan yang setara, termasuk dalam pemanfaatan teknologi,” tutup Firmanza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *