Gufran Ahmad Usung “KADIN BERANI”, Siap Ubah KADIN Sulteng Jadi Episentrum Investasi

Calon Ketua Kadin Provinsi Sulawesi Tengah 2026 - 2031, Gufran Ahmad. /Foto: IST AI

Palu, LANDASAN.ID – Gagasan besar bertajuk KADIN BERANI resmi diperkenalkan sebagai arah baru pembangunan dunia usaha di Sulawesi Tengah. Melalui visi membangun ekosistem investasi yang mandiri, modern, dan kolaboratif, konsep tersebut digagas untuk memperkuat posisi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sebagai rumah besar bagi pelaku usaha di daerah.

Program yang diusung dalam dokumen visi-misi itu menempatkan transformasi organisasi sebagai prioritas utama. KADIN BERANI penegasan komitmen yang akan menjadikan organisasi tidak hanya sebagai simbol formal dunia usaha, tetapi sebagai pusat pelayanan bisnis, mediasi investasi, hingga fasilitator kemitraan strategis antara pengusaha dan pemerintah daerah.

Dalam dokumen tersebut, visi utama Gufran Ahmad Pengusung KADIN BERANI adalah menjadikan KADIN sebagai rumah besar dunia usaha yang mampu menciptakan ekosistem investasi mandiri dan kolaboratif demi menunjang pembangunan ekonomi Sulawesi Tengah.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Gufran siapkan lima misi strategis, mulai dari revitalisasi organisasi, restrukturisasi kepengurusan, pembangunan sistem informasi bisnis, mediasi ekosistem investasi, hingga penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah.

Salah satu fokus utama ialah revitalisasi “Rumah Besar” KADIN. Program ini mencakup modernisasi kantor, pembenahan tata kelola organisasi, peningkatan pelayanan kepada anggota, serta optimalisasi kinerja staf berbasis profesionalisme dan penghargaan kerja. Langkah itu dinilai penting untuk mengembalikan marwah KADIN sebagai organisasi yang representatif dan berwibawa di mata pelaku usaha maupun investor.

Di sektor internal, restrukturisasi organisasi juga menjadi perhatian serius. Gufran menargetkan pola rekrutmen pengurus berbasis kompetensi dan relevansi kebutuhan organisasi, penyederhanaan bidang tugas, evaluasi kinerja pengurus, hingga penguatan transparansi keuangan organisasi.

Tidak hanya itu, digitalisasi organisasi menjadi agenda penting melalui pembangunan sistem informasi bisnis KADIN Sulteng. Program tersebut mencakup pengembangan platform digital, pusat layanan informasi usaha, forum bisnis, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana percepatan distribusi informasi bisnis kepada pelaku usaha.

Dalam aspek investasi, Gufran menempatkan organisasi sebagai mediator strategis dalam menyelesaikan hambatan investasi, mulai dari persoalan perizinan, konflik lahan, hingga regulasi yang menghambat dunia usaha. Program ini juga mendorong penguatan kemitraan antara investor dan UMKM lokal agar pertumbuhan ekonomi daerah lebih inklusif.

Menariknya, terdapat pula gagasan “Satu Rumah Satu Pengusaha” yang ditargetkan berjalan di seluruh KADIN kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Program ini disebut sebagai upaya menciptakan lebih banyak pelaku usaha baru di daerah.

Selain itu, KADIN BERANI juga menargetkan Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah agenda nasional KADIN Indonesia, seperti Musyawarah Nasional (Munas), Rapat Kerja Nasional (Rakernas), maupun forum bisnis berskala nasional.

Di sisi kemitraan, konsep ini menekankan sinkronisasi program kerja KADIN dengan visi-misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program kolaboratif, penandatanganan kerja sama strategis, hingga evaluasi berkala terhadap implementasi kemitraan tersebut.

Dokumen KADIN BERANI itu juga menampilkan sejumlah capaian dan prestasi Gufran Ahmad yang menjadi bagian dari penguatan narasi kepemimpinan dalam mendorong transformasi organisasi KADIN ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *