Parigi Moutong, Landasan.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat komitmen menurunkan angka stunting melalui kegiatan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong dan dibuka oleh Wakil Bupati H. Abdul Sahid.
Dalam sambutan Bupati H. Erwin Burase, S.Kom. yang dibacakan oleh Wakil Bupati, disampaikan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan SDM. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor serta pemberdayaan masyarakat yang menyeluruh.
Salah satu strategi unggulan yang diterapkan adalah Program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang menekankan pendekatan edukatif dan partisipatif berbasis potensi lokal. Program ini mendorong masyarakat mandiri dalam pemenuhan gizi keluarga dan perbaikan pola asuh anak.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Tenny Calvenny Soriton, menyoroti pentingnya fokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode krusial dalam membentuk kualitas SDM. Ia juga menegaskan perlunya sinergi dari seluruh pihak hingga tingkat desa dan kelurahan.
Menurut data SSGI 2024, prevalensi stunting di Parigi Moutong masih mencapai 22,3%, sementara Provinsi Sulawesi Tengah 26,1%. Angka ini menunjukkan perlunya intervensi terpadu yang berkelanjutan.
Program ini juga didukung oleh Dana Alokasi Khusus Non Fisik (DAK BOKB) yang digunakan untuk intervensi gizi pada keluarga berisiko stunting. Meski bersifat stimulan, diharapkan bantuan ini dapat dilanjutkan oleh pemerintah daerah dan mitra pembangunan lainnya.
Sebagai bentuk nyata komitmen, dilakukan penyerahan keranjang DASHAT berisi bahan pangan bergizi kepada keluarga berisiko stunting dari 10 desa dan kelurahan sasaran.
Acara ini turut dihadiri Wakil Ketua TP-PKK Hj. Marwa Mahdang, S.H., para camat, kepala puskesmas, tenaga gizi, kader DASHAT, serta keluarga penerima manfaat.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Parigi Moutong berharap dapat menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting sebagai bagian dari visi menuju Indonesia Emas 2045.






