Telusur Dugaan Keterlibatan Legislator di Balik Pinjaman Dana Puskesmas ke Tambang Ilegal Moutong

Rapat Komisi IV DPRD Parigi Moutong Bersama Perwakilan 23 Puskesmas. /Foto: FB

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong mencuat dalam polemik peminjaman dana operasional pelayanan kesehatan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Moutong kepada pengusaha tambang emas ilegal di Kecamatan Moutong.

Isu ini pertama kali mengemuka dalam rapat Komisi IV DPRD Parimo pada Senin 07/04/2026, dan langsung menyedot perhatian karena menyangkut integritas pejabat publik serta potensi keterkaitan dengan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI).

Fakta tersebut terungkap saat Plt Kepala Puskesmas Moutong, Nurlian, memaparkan kondisi krisis pembiayaan yang dihadapi fasilitas kesehatan yang dipimpinnya, terutama dalam mendukung layanan rujukan pasien.

Dalam forum resmi tersebut, Nurlian mengakui bahwa pihaknya terpaksa mencari pinjaman dana dari pihak luar, termasuk pengusaha tambang ilegal, demi memastikan layanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan.

“Terus terang pak, kami di Puskesmas Kecamatan Moutong sudah pinjam, terutama kepada yang punya tambang. Ada Ibu Pina di sini ya. Terima kasih Ibu Pina (anggota DPRD Dapil IV) sudah pernah membantu kami dan kami sudah bayarkan,” ungkap Nurlian di hadapan peserta rapat.

Pernyataan itu sontak menjadi sorotan, lantaran menyebut secara langsung nama salah satu anggota DPRD Parimo, Selpina yang akrab disapa Pina sebagai pihak yang pernah membantu dalam proses peminjaman dana tersebut.

Selpina diketahui merupakan legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Moutong.

Penyebutan nama tersebut memicu spekulasi publik mengenai adanya dugaan keterlibatan atau setidaknya hubungan antara oknum legislator dengan sumber pendanaan yang berasal dari aktivitas tambang ilegal.

Lebih jauh, informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan bahwa sosok pengusaha tambang ilegal berinisial NW, yang diduga memberikan pinjaman dana kepada Puskesmas Moutong, merupakan orang dekat dari legislator dimaksud.

Hingga berita ini diterbitkan, Selpina belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu 15/04/2026 pukul 20.00 WITA belum direspons, meskipun pesan terpantau telah diterima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *