Parade Budaya hingga Gundukan Durian Jadi Andalan Pada Festival Teluk Tomini 24-25 April 2026

Kepala Dinas Pemoda, Olahraga dan Pariwisata Kab. Parigi Moutong, Enang Pandake. /Foto: FB

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Pemerintah daerah terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Teluk Tomini (FTT) yang dijadwalkan berlangsung pada 24-25 April 2026. Sejumlah agenda utama telah disiapkan, mulai dari parade budaya, lomba fotografi, hingga atraksi unggulan berupa gundukan durian.

Kepala Disporapar, Enang Pandake, mengungkapkan bahwa progres persiapan kegiatan sudah berjalan signifikan, termasuk distribusi undangan kepada tamu dari berbagai daerah, baik secara langsung maupun dalam format digital.

“Undangan sudah mulai kami sebar, termasuk ke kabupaten tetangga di Sulawesi Tengah. Sebagian juga sudah kami kirim dalam bentuk PDF,” ujarnya saat di wawancarai media ini dikantornya, Senin, 20/04/2026.

Pada hari pertama, 24 April, rangkaian kegiatan akan berlangsung penuh dari pagi hingga malam. Salah satu agenda yang paling dinanti adalah penilaian karnaval budaya yang dirangkaikan dengan lomba gundukan buah, khususnya durian, serta lomba fotografi dengan hadiah yang cukup besar.

“Untuk gundukan durian, penilaiannya akan dilakukan oleh tiga juri, dua dari Palu dan satu juri lokal. Selain itu, akan ada juri kehormatan dari unsur pimpinan daerah,” tambah Enang.

Gundukan durian menjadi ikon dalam festival ini, di mana setiap peserta diwajibkan menyusun komposisi buah dengan dominasi 70 persen durian dan 30 persen buah lokal lainnya. Durian yang digunakan tidak dibatasi jenisnya, namun panitia mendorong penggunaan durian lokal sebagai bentuk promosi produk daerah.

Selain itu, hingga saat ini sudah ada tujuh kecamatan yang mendaftar sebagai peserta, dengan potensi bertambah karena beberapa wilayah lain masih dalam proses konfirmasi.

Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan persiapan pembukaan yang akan digelar secara resmi pada malam hari. Pembukaan akan diawali dengan penjemputan tamu undangan, termasuk perwakilan dari pusat, kemudian dilanjutkan dengan prosesi adat Kaili seperti pemasangan siga dan ritual penyambutan lainnya.

Panitia juga telah mengundang Gubernur Sulawesi Tengah serta sejumlah perwakilan kementerian, meskipun kehadiran dari pusat masih menunggu konfirmasi.

Festival Teluk Tomini tidak hanya menampilkan hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *