Palu, LANDASAN.ID – DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan komitmennya dalam mengawal tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Komitmen tersebut disampaikan anggota Komisi III DPRD Sulteng, Takwin, saat menghadiri forum diskusi bertajuk Morning Coffee dan Diskusi Informal yang digelar Yayasan Ekologi Nusantara Lestari.
Kegiatan yang berlangsung di Warkop K3, Jalan MT Haryono, Kota Palu, Sabtu 25/04/2026 itu mengangkat isu strategis terkait perkembangan industri sawit di Sulawesi Tengah. Diskusi menghadirkan berbagai elemen, mulai dari organisasi masyarakat sipil, akademisi, hingga pemangku kepentingan sektor perkebunan.
Dalam forum tersebut, Takwin menegaskan bahwa DPRD Sulteng, khususnya Komisi III, membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi publik dalam merumuskan kebijakan perkebunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Forum seperti ini menjadi ruang penting untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya berpihak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pengawasan terhadap aktivitas perkebunan sawit harus diperketat, terutama dalam memastikan kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan lingkungan, serta tanggung jawab sosial perusahaan.
Menurutnya, DPRD memiliki peran strategis dalam memastikan praktik perkebunan tidak menimbulkan dampak negatif, baik terhadap ekosistem maupun masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan ini, DPRD Sulteng berharap ruang-ruang dialog seperti diskusi publik dapat terus digelar secara berkelanjutan. Hal ini dinilai penting untuk membangun komunikasi yang inklusif, transparan, dan produktif antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam mendorong tata kelola perkebunan yang lebih baik di daerah.






