Example 970x250
Daerah  

BKD Sulteng Pastikan Seleksi JPT Parigi Moutong Berbasis Merit dan Profesionalisme

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Sitti Asma Ul Husnasyah, S.E., M.M., M.Si., Saat Menghadiri Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Lingkup Kab. Parigi Moutong, Sabtu, 16 Mei 2026. /Foto: FB

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Sitti Asma Ul Husnasyah, S.E., M.M., M.Si menegaskan bahwa seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama bukan sekadar proses administratif pengisian jabatan, melainkan langkah strategis untuk menghadirkan birokrasi yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.

Penegasan itu disampaikan Sitti Asma saat membuka Pelaksanaan Seleksi Terbuka JPT Pratama Lingkup Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2026. Sabtu, 16/05/2026.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa jabatan strategis di lingkungan pemerintahan harus diisi oleh figur-figur terbaik yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kompetensi, integritas, serta rekam jejak yang kuat.

“Seleksi terbuka ini bukan hanya untuk mengisi jabatan kosong, tetapi memastikan bahwa birokrasi di Kabupaten Parigi Moutong diisi oleh sumber daya aparatur terbaik yang mampu menggerakkan perubahan,” tegasnya.

Menurutnya, pelaksanaan seleksi terbuka merupakan implementasi sistem merit dalam manajemen ASN, yakni sistem yang menempatkan kompetensi, kinerja, dan integritas sebagai dasar utama dalam pengisian jabatan.

Ia menilai tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks, mulai dari percepatan pelayanan publik, digitalisasi pemerintahan, efisiensi anggaran, penguatan investasi daerah, hingga penanganan kemiskinan dan stunting.

Karena itu, pejabat pimpinan tinggi pratama dituntut tidak hanya menjadi administrator, tetapi juga mampu berperan sebagai policy driver dan problem solver.

“Pejabat tinggi pratama harus mampu menjadi penggerak kebijakan sekaligus pemberi solusi atas berbagai persoalan daerah. Mereka harus mampu menerjemahkan visi pembangunan menjadi program nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Sitti Asma juga mengingatkan bahwa kompetensi saja tidak cukup untuk menduduki jabatan strategis di pemerintahan. Menurutnya, integritas dan kemampuan membangun kolaborasi menjadi fondasi utama dalam menjalankan amanah pelayanan publik.

“Kompetensi mungkin membuka pintu jabatan, tetapi integritaslah yang menjaga kehormatan pengabdian,” katanya.

Pelaksanaan seleksi JPT Pratama tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari dengan sejumlah tahapan penilaian, di antaranya tes psikologi, simulasi assessment center, serta wawancara individual.

Ia berharap proses seleksi mampu melahirkan birokrat-birokrat tangguh yang adaptif terhadap perubahan serta mampu memperkuat reformasi birokrasi di Kabupaten Parigi Moutong.

“Birokrasi hari ini dituntut lebih inovatif, profesional, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, seleksi ini harus melahirkan pemimpin perangkat daerah yang benar-benar berkualitas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *