Pelantikan DPC-DPRT NasDem Parimo, Nilam Lawira Gaungkan Konsolidasi Total hingga Ranting

Reses Nilam Sari Lawira Sekaligus Pelantikan DPC-DPRT Nasdem Parimo. /Foto: FB

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Anggota DPR RI Komisi X sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Sulteng, DR. Hj. Nilam Sari Lawira, S.P., M.P., menegaskan bahwa kekuatan utama Partai NasDem terletak pada soliditas struktur hingga ke akar rumput. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai NasDem Kabupaten Parigi Moutong, yang berlangsung penuh semangat dan konsolidasi kader di auditorium kantor bupati parimo pada Rabu, 24/12/2025.

Dalam pidatonya, Nilam menekankan bahwa DPC dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRT) merupakan ujung tombak partai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di kecamatan dan desa-desa.

“DPC dan DPRT adalah ujung tombak partai. Mereka yang paling dekat dengan rakyat. Karena itu, setiap persoalan di bawah harus dikomunikasikan dan ditangani bersama, bukan dibiarkan,” tegas Nilam.

Reses Bukan Formalitas, Tapi Kehadiran Nyata
Nilam yang saat ini berada dalam masa reses DPR RI menyebut momentum tersebut sebagai ruang penting bagi wakil rakyat untuk kembali menyapa konstituen. Ia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir dirinya telah mengunjungi sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, mulai dari Dogala (Sigi), Ampana, Posong, hingga Parigi Moutong.

Menurutnya, seluruh agenda reses dilakukan secara terjadwal dan melibatkan struktur partai, dari DPW, DPD, hingga DPC, agar aspirasi masyarakat dapat terserap secara kolektif.

“Reses bukan sekadar kewajiban formal. Ini kesempatan untuk hadir di tengah rakyat, mendengar langsung keluhan dan harapan mereka,” ujarnya.

Pos terkait:  Deklarasi Pasangan Anwar Hafid dan Reny Lamadjido di Desa Pelawa Baru Kec. Parigi Moutong

Politik Beretika, Bukan Saling Menjatuhkan
Dalam suasana konsolidasi tersebut, Nilam juga mengingatkan seluruh kader agar mengedepankan politik yang santun, tegas, dan beretika, bukan politik intrik yang saling menjatuhkan.
Ia menegaskan bahwa teguran dalam organisasi bukanlah hukuman, melainkan bentuk kepedulian agar kader tetap berada pada jalur perjuangan.

“Kita bangun politik yang berani tapi beretika. Teguran itu pengingat, bukan penghukuman. Karena kita semua manusia yang bisa salah dan lupa,” kata Nilam.

Kemenangan Sejati Ada di Hati Rakyat
Nilam menekankan bahwa kemenangan politik sejati tidak semata ditentukan oleh hasil di bilik suara, melainkan oleh kepercayaan rakyat.

“Kemenangan NasDem bukan hanya menang di TPS, tapi menang di hati rakyat. Kalau sudah di hati, tidak mudah dilupakan,” ucapnya disambut tepuk tangan kader.

Ia juga mengapresiasi perjuangan kolektif seluruh kader NasDem yang telah mengantarkannya ke DPR RI, seraya menegaskan bahwa politik adalah kerja panjang yang membutuhkan komitmen dan kebersamaan.

Foto Bersama Pengurus Nasdem Parimo. /Foto: FB

Sikapi Dinamika Politik dengan Kedewasaan
Menanggapi dinamika internal partai, termasuk adanya kader yang memilih hijrah, Nilam mengajak seluruh struktur NasDem untuk bersikap dewasa dan tidak saling mencurigai.

“Hijrah adalah hak politik setiap orang. Tugas kita adalah memastikan rumah besar NasDem tetap nyaman bagi kader yang ingin berjuang,” ujarnya.

Menurut Nilam, partai yang sehat adalah partai yang mampu menjaga suasana kekeluargaan dan gotong royong di dalamnya.

Pos terkait:  Sayutin Budianto: Struktur NasDem Parigi Moutong Tuntas 100 Persen, Target Menang 2029

Komitmen Emosional untuk Parigi Moutong
Dalam pidatonya, Nilam juga menyampaikan kedekatan emosionalnya dengan Kabupaten Parigi Moutong. Ia mengaku lahir dan memiliki sejarah keluarga di daerah tersebut, sehingga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk turut membangun Parigi Moutong.

“Parigi Moutong bukan sekadar daerah pemilihan bagi saya. Ini tanah kelahiran dan bagian dari sejarah keluarga saya,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh kader NasDem untuk bersama-sama menjaga persatuan dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Politik sebagai Jalan Pengabdian
Menutup sambutannya, Nilam menegaskan bahwa politik sejatinya adalah jalan pengabdian dan ladang ibadah, bukan sekadar perebutan kekuasaan.

“Sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan melalui politik, insya Allah bernilai ibadah. Mari luruskan niat dan terus mengabdi kepada rakyat,” pungkasnya.

Pelantikan DPC Partai NasDem Parigi Moutong tersebut menjadi momentum konsolidasi penting menuju penguatan struktur partai dan persiapan menghadapi agenda politik ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *