Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong mulai mematangkan langkah strategis dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah 2026 yang akan digelar di Kabupaten Morowali. Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi KONI bersama seluruh cabang olahraga (cabor) anggota KONI Parigi Moutong di Aula Koni. Senin, 29/12/2025.
Rapat tersebut menjadi forum penting untuk memastikan kesiapan daerah dalam mengikuti ajang olahraga terbesar tingkat provinsi itu. Sejumlah agenda krusial dibahas, mulai dari kesiapan masing-masing cabang olahraga, pendataan atlet hasil pembinaan pelatih, penyusunan program tahun 2026, penetapan target medali, hingga mekanisme mutasi atlet dan pelatih sesuai regulasi yang berlaku.
Selain itu, rapat juga mengevaluasi pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) yang telah digelar sebelumnya sebagai ajang seleksi awal menuju Porprov.
Ketua KONI Parigi Moutong, Faisan Lelo Badja, S.M., dalam arahannya menegaskan bahwa administrasi menjadi fondasi utama yang harus segera dibenahi oleh seluruh cabang olahraga, khususnya terkait pertanggungjawaban keuangan dan kelengkapan dokumen kegiatan.
“Administrasi adalah hal paling mendasar dan tidak bisa ditawar. Ini menyangkut transparansi dan akuntabilitas organisasi,” tegas Faisan Lelo.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh cabang olahraga dan panitia pelaksana yang telah menyukseskan PORKAP, meskipun dilaksanakan dengan keterbatasan anggaran.
“Kegiatan PORKAP memang sederhana, namun tetap berjalan. Tentu dalam pelaksanaannya ada dinamika dan perbedaan pandangan, itu hal yang wajar dalam organisasi,” ujarnya.
Di tengah perkembangan media sosial yang begitu cepat, Faisan Lelo juga mengingatkan pentingnya keterbukaan dan komunikasi yang sehat agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung polemik di ruang publik.
“Jika ada persoalan, sampaikan secara resmi ke sekretariat atau panitia. Jangan langsung berkembang di media sosial tanpa klarifikasi,” katanya.
Lebih lanjut, Faisan Lelo menegaskan bahwa KONI Parigi Moutong tidak akan mengedepankan jumlah atlet semata, melainkan kualitas dan potensi perolehan medali.
“Kita tidak ingin berangkat ramai-ramai, tetapi pulang tanpa prestasi. Setiap cabang olahraga harus jujur menilai potensi atletnya,” tegasnya.
Terkait posisinya yang juga memimpin salah satu cabang olahraga, Faisan Lelo menegaskan komitmennya untuk bersikap netral dan profesional, serta tidak memanfaatkan jabatan untuk menguntungkan cabang olahraga tertentu.
“Tidak boleh ada kesan bahwa cabang olahraga tertentu diistimewakan karena ketuanya adalah Ketua KONI. Semua harus proporsional dan berbasis prestasi,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa pembinaan tambahan di cabang olahraga yang dipimpinnya bersumber dari pokok-pokok pikiran pribadi, bukan dari anggaran KONI, dan difokuskan pada pembinaan atlet usia pemula sebagai investasi prestasi jangka panjang.
Sementara itu, Sekretaris KONI Parigi Moutong, Supardin, menambahkan bahwa berdasarkan hasil Rapat Kerja KONI Provinsi, mutasi atlet harus melalui mekanisme resmi dan tidak dapat dilakukan secara sepihak.
“Mutasi atlet ada aturannya. Harus melalui proses, persetujuan, dan ketentuan yang jelas. Ini wajib dipahami oleh seluruh pengurus dan pelatih,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Porprov Morowali 2026 akan mempertandingkan 27 cabang olahraga, sebagaimana telah ditetapkan dalam keputusan resmi KONI Provinsi Sulawesi Tengah.
Rapat tersebut turut menekankan pentingnya keaktifan dan kehadiran pengurus cabang olahraga dalam setiap agenda resmi KONI. Seluruh undangan dan informasi kini disampaikan melalui media digital dan grup resmi, sehingga koordinasi diharapkan berjalan lebih efektif.
“Kehadiran pengurus atau perwakilan sangat penting agar seluruh informasi bisa tersampaikan dengan baik kepada pelatih dan atlet,” ujar Supardin.
Rapat ditutup dengan ajakan kepada seluruh cabang olahraga untuk memperkuat koordinasi, menuntaskan administrasi, menyusun program pembinaan yang realistis, serta memfokuskan persiapan pada atlet-atlet yang memiliki peluang nyata meraih medali, demi menjaga martabat dan prestasi Kabupaten Parigi Moutong di Porprov Morowali 2026.












