Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Pelayanan kesehatan di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, berada dalam kondisi memprihatinkan. Keterbatasan anggaran rujukan pasien memaksa pihak Puskesmas mengambil langkah ekstrem dengan meminjam uang ke masyarakat, bahkan hingga ke pihak tambang ilegal.
Fakta ini diungkapkan langsung oleh Plt. Kepala Puskesmas (Kapus) Moutong, Nurlian, dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Parigi Moutong bersama Dinas Kesehatan dan sejumlah pemangku kepentingan, Senin 07/04/2026.
“Kami di Kecamatan Moutong terus terang harus meminjam uang di masyarakat, bahkan ke pihak tambang, untuk menalangi biaya rujukan pasien,” tegas Nurlian.
Dirinya menjelaskan, Moutong merupakan salah satu wilayah dengan beban rujukan tertinggi sekaligus jarak tempuh terjauh di Parigi Moutong. Setiap bulan, rata-rata 10 hingga 15 pasien harus dirujuk ke fasilitas kesehatan di wilayah selatan.
“Masalah utama terletak pada tingginya biaya operasional ambulans yang tidak sebanding dengan kecepatan pencairan anggaran. Untuk satu kali rujukan dari Moutong ke Parigi, biaya bahan bakar bisa menembus Rp800 ribu.” Ungakapnya.
Di sisi lain, klaim penggantian dari pemerintah kerap terlambat hingga berbulan-bulan.
“Dari Januari sampai Maret itu belum dibayarkan. Sementara kami harus tetap jalan melayani pasien. Penggantian bisa dua sampai tiga bulan baru cair,” ujarnya.
Kondisi ini membuat Puskesmas berada dalam tekanan berat. Pelayanan tidak mungkin dihentikan, sementara anggaran belum tersedia. Akibatnya, utang menjadi satu-satunya jalan agar ambulans tetap beroperasi.
“Kami ini kerja dulu, anggaran belum ada. Jadi terpaksa pinjam, termasuk ke yang punya tambang. Nanti kalau sudah cair, baru kami kembalikan,” ungkapnya.
Situasi ini dinilai sangat riskan, tidak hanya dari sisi tata kelola keuangan, tetapi juga berpotensi membuka celah ketergantungan pada pihak eksternal yang tidak semestinya terlibat dalam layanan publik.
Nurlian pun mendesak pemerintah daerah segera menghadirkan solusi konkret. Salah satunya dengan menyediakan skema dana talangan resmi bagi Puskesmas agar pelayanan kesehatan tidak lagi bergantung pada utang.
Dengan tingginya intensitas rujukan, ia memperkirakan kebutuhan dana talangan untuk Puskesmas Moutong berada di kisaran Rp40 juta hingga Rp50 juta.
“Harapan kami ada dana talangan resmi, supaya pelayanan tetap berjalan tanpa harus meminjam ke luar,” pungkasnya.







