Palu, LANDASAN.ID – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Mohammad Arus Abdul Karim, mendorong keluarga besar Rumpun Da’a Inde untuk menjadikan pelestarian budaya leluhur dan penguatan persaudaraan sebagai pijakan dalam menghadapi perkembangan zaman.
Pesan itu disampaikan Arus saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Kongres ke-IV Forum Komunikasi Keluarga Besar Rumpun Da’a Inde Sulawesi Tengah di Hotel Zamrud, Jalan Munif Rahman II, Silae, Palu, Sabtu (19/09/2026).
Kongres mengusung tema “Merawat Budaya Leluhur, Menguatkan Rumpun sebagai Warisan Perjuangan” dan dihadiri Ketua Umum Forum Komunikasi Keluarga Besar Rumpun Da’a Inde Sulawesi Tengah, Drs. Enos Pasaua, M.M., bersama keluarga besar rumpun serta sejumlah undangan.
Dalam sambutannya, Arus menegaskan bahwa merawat budaya leluhur tidak sebatas mempertahankan tradisi, tetapi juga memastikan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu tetap menjadi pedoman bagi generasi masa kini dan generasi mendatang.
“Merawat budaya leluhur bukan hanya tentang menjaga tradisi, tetapi juga bagaimana nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu dapat terus menjadi pedoman bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” ujar Arus.
Menurut Arus, Rumpun Da’a Inde memiliki posisi penting sebagai wadah yang mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus bagian dari perjalanan sosial dan budaya masyarakat Sulawesi Tengah.
Karena itu, ia mendorong agar semangat kebersamaan dan persaudaraan terus diperkuat sehingga keberadaan rumpun tidak berhenti pada ikatan keluarga, tetapi berkembang menjadi kekuatan sosial yang turut memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Arus juga meminta Kongres ke-IV dimanfaatkan sebagai momentum konsolidasi organisasi, pertukaran gagasan, sekaligus penyusunan program yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai leluhur.
“Dengan menguatkan rumpun sebagai warisan perjuangan, kita tidak hanya mengenang apa yang telah dilakukan oleh para leluhur, tetapi juga melanjutkan semangat perjuangan tersebut melalui karya, pengabdian dan kontribusi nyata bagi daerah,” katanya.
Ia menilai pembangunan Sulawesi Tengah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi paguyuban dan komunitas keluarga yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.
Arus berharap Kongres ke-IV menghasilkan keputusan yang mampu memperkuat kelembagaan organisasi, memperluas komunikasi antarkeluarga, serta menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah dinamika masyarakat.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam pelestarian budaya. Menurutnya, pewarisan nilai dan kearifan lokal kepada generasi berikutnya menjadi bagian penting untuk memastikan identitas budaya Rumpun Da’a Inde tetap hidup di tengah perubahan zaman.
“Selamat melaksanakan Kongres ke-IV. Semoga kongres ini menghasilkan kepemimpinan dan program-program terbaik, serta semakin memperkuat persaudaraan keluarga besar Rumpun Da’a Inde dan memberikan kontribusi positif bagi Sulawesi Tengah,” tutup Arus.







