Kota Palu Keluar Sebagai Juara Umum Popda Sulteng XXIII 2025, Parigi Moutong Catat Prestasi Terbaik

Atlet Panahan Parigi Moutong, Andi Shafaa. /Foto: Isrin

Palu, Landasan.id – Kota Palu berhasil meraih gelar juara umum Popda Sulawesi Tengah XXIII/2025 setelah menutup perolehan medali dengan 9 emas, 4 perak, dan 4 perunggu (total 17 medali). Keberhasilan tersebut ditopang oleh dominasi pada tiga cabang unggulan, yaitu atletik, karate, dan taekwondo, ditambah satu emas dari cabang panahan. Di sisi lain, kejutan hadir dari kontingen Parigi Moutong yang mampu finis sebagai runner up dengan raihan 5 emas, 5 perak, dan 6 perunggu (total 16 medali).

Capaian ini menjadi sejarah baru karena pada Popda sebelumnya Parigi hanya berada di peringkat keenam.

Raihan medali Parigi Moutong tersebar dari beberapa cabang olahraga. Dari atletik, Parigi mendapat emas melalui nomor jarak menengah dan jarak jauh. Di karate, atlet Parigi juga menyumbang emas lewat nomor kyorugi. Sementara dari taekwondo, Parigi memperoleh tambahan emas dari kelas putri. Pada hari terakhir, cabang panahan nomor compound putri melalui Andi Shafaa menyumbang medali perak bagi Parigi.

Sekretaris Disporapar Parigi Moutong sekaligus Ketua Kontingen, Eny Susilowati SE MM, menyebut pencapaian ini adalah bukti perkembangan pesat olahraga pelajar di Parimo.

“Naik dari posisi enam ke peringkat dua adalah sejarah bagi kami. Anak-anak sudah menunjukkan kerja keras luar biasa, dan ini menjadi motivasi untuk event berikutnya.” ujar Eny di lokasi panahan STQ Palu.

Klasemen Akhir Popda Sulteng XXIII/2025:

  1. Kota Palu – 9 emas, 4 perak, 4 perunggu (17 medali)
  2. Parigi Moutong – 5 emas, 5 perak, 6 perunggu (16 medali)
  3. Donggala – 4 emas, 3 perak, 5 perunggu (12 medali)
  4. Banggai – 3 emas, 5 perak, 10 perunggu (18 medali)
  5. Poso – 3 emas, 4 perak, 4 perunggu (11 medali)
  6. Morowali – 3 emas, 1 perak, 4 perunggu (8 medali)
  7. Banggai Kepulauan – 2 emas, 2 perak, 2 perunggu (6 medali)
  8. Morowali Utara – 2 emas, 1 perak, 3 perunggu (6 medali)
  9. Tolitoli – 2 emas, 0 perak, 4 perunggu (6 medali)
  10. Sigi – 1 emas, 7 perak, 5 perunggu (13 medali)
  11. Buol – 1 emas, 3 perak, 5 perunggu (9 medali)
  12. Tojo Una-Una – 1 emas, 1 perak, 4 perunggu (6 medali)
  13. Banggai Laut – 0 medali

Air mata haru, pelukan hangat antar-atlet, dan sorak-sorai suporter yang memenuhi arena POPDA menjadi saksi bahwa perjuangan ini bukan sekadar soal medali, melainkan tentang kebanggaan, persaudaraan, dan mimpi besar Sulawesi Tengah untuk terus berdiri sejajar di panggung olahraga nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *