Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Bidang Sosial Budaya Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong menegaskan fokus pembangunan tahun 2026 diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penguatan pelestarian budaya daerah. Kebijakan tersebut menjadi prioritas dalam pelaksanaan program yang kini mulai berjalan di berbagai sektor.
Kepala Bidang Sosial Budaya Bappelitbangda Parigi Moutong, Irdan, SKM, mengatakan seluruh program yang telah direncanakan memasuki tahap implementasi, sementara proses penyusunan rencana kerja tahun 2027 tetap berjalan secara bersamaan.
“Tahun ini kami memprioritaskan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian budaya daerah. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh program dapat terlaksana dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Irdan.
Dalam waktu dekat, Bappelitbangda akan melakukan pemantauan ke sejumlah kecamatan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, khususnya di sektor kesehatan dan kegiatan pemberdayaan berbasis masyarakat.
“Kami akan turun langsung ke kecamatan untuk melihat pelaksanaan program di lapangan sekaligus memastikan partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan,” katanya.
Selain sektor kesejahteraan, pelestarian budaya daerah juga menjadi perhatian serius. Menurut Irdan, pelaksanaannya melibatkan koordinasi lintas perangkat daerah, termasuk sektor pendidikan yang saat ini menjalankan sejumlah program penguatan nilai-nilai budaya lokal.
Di sisi lain, Bappelitbangda juga tengah mematangkan dokumen perencanaan pembangunan tahun 2027. Penyusunan tersebut ditargetkan rampung setelah melalui tahapan penetapan pada Juli.
“Kami bekerja secara paralel. Di satu sisi menyelesaikan dokumen perencanaan 2027, sementara di sisi lain memastikan seluruh program 2026 berjalan sesuai rencana,” jelasnya.
Dalam aspek penganggaran, Bappelitbangda menerapkan pendekatan tematik yang mengacu pada Rencana Kerja (Renja). Melalui mekanisme tersebut, koordinasi dan sinkronisasi lintas sektor terus diperkuat untuk memastikan setiap program memiliki indikator kinerja yang terukur dan saling terintegrasi.
Sinkronisasi dokumen perencanaan mulai dari tingkat desa hingga kabupaten juga menjadi fokus utama agar pelaksanaan program pembangunan tetap selaras dan tidak mengalami tumpang tindih.
Sementara itu, terkait bantuan sosial bagi masyarakat, seperti keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, dan lanjut usia, Irdan memastikan sejumlah usulan program telah dimasukkan dalam rancangan anggaran tahun 2027.
“Usulan bantuan sosial untuk kelompok rentan telah kami siapkan dalam perencanaan tahun depan dan disinkronkan dengan program terkait agar penyalurannya tepat sasaran,” pungkasnya.







