Palu, LANDASAN.ID – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Pakamundi, menegaskan komitmen DPRD dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan di Sulawesi Tengah, termasuk mengawal implementasi Program Berani Cerdas melalui penguatan regulasi, penganggaran, dan pengawasan.
Hal itu disampaikan Hidayat saat menjadi narasumber pada Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) II PGRI Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Hotel Santika Palu, Sabtu (26/09/2026).
Dalam forum tersebut, Hidayat membawakan materi bertajuk “Peran Strategis DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dalam Mendukung Penyelenggaraan Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah.”
Hidayat mengatakan, DPRD memiliki posisi strategis dalam memastikan berbagai kebijakan pendidikan pemerintah daerah memiliki landasan regulasi yang kuat sekaligus didukung alokasi anggaran yang memadai.
Menurutnya, salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui penyelesaian revisi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2024, yang menjadi bagian dari landasan regulasi dalam pelaksanaan program pendidikan strategis pemerintah daerah.
“DPRD Provinsi Sulawesi Tengah memiliki komitmen yang besar dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, termasuk memberikan payung regulasi terhadap program-program strategis yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, salah satunya Program Berani Cerdas. Alhamdulillah, revisi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2024 telah selesai. Ini menjadi bagian penting untuk memberikan landasan regulasi dalam mendukung pelaksanaan program tersebut,” ujar Hidayat.
Ia menegaskan, dukungan DPRD tidak berhenti pada aspek regulasi. Fungsi penganggaran dan pengawasan juga menjadi instrumen penting untuk memastikan program pendidikan dapat dilaksanakan secara efektif dan tepat sasaran.
Hidayat juga menyatakan dukungan terhadap gagasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia hingga tingkat desa dan kelurahan melalui perluasan akses pendidikan tinggi.
“Kami juga mendukung keinginan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar di setiap desa dan kelurahan terdapat sarjana. Untuk mengawal Program Berani Cerdas secara baik, DPRD memiliki tugas memastikan proses penganggaran berjalan dengan benar dan anggaran yang dibutuhkan benar-benar tersedia untuk membiayai anak-anak kita menempuh pendidikan hingga jenjang sarjana di perguruan tinggi,” katanya.
Menurut Hidayat, pembangunan sektor pendidikan membutuhkan keterlibatan lintas pihak. Pemerintah daerah, DPRD, organisasi profesi, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam memastikan kebijakan pendidikan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Untuk membina, mendidik, dan mengayomi anak-anak kita sejak usia dini hingga melanjutkan ke pendidikan dasar, menengah, sampai perguruan tinggi, diperlukan dukungan dari seluruh pihak. Tanpa dukungan Bapak dan Ibu sekalian, ide brilian yang digagas oleh Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur ini saya yakin akan menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaannya,” tuturnya.
Karena itu, Hidayat menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memastikan kebijakan pendidikan tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi dapat diwujudkan melalui program dan anggaran yang konkret.
“Kolaborasi dan sinergi menjadi sangat penting. DPRD mempunyai tugas untuk memastikan proses penganggaran berjalan dengan baik dan program-program pendidikan dapat memperoleh alokasi anggaran yang memadai, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak Sulawesi Tengah,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan sektor pendidikan merupakan bagian penting dari agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Tengah. Karena itu, Program Berani Cerdas dinilai perlu dikawal secara bersama agar pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan dan mampu membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda di daerah.
Sementara itu, Konkerprov II PGRI Sulawesi Tengah Tahun 2026 merupakan bagian dari agenda organisasi PGRI Sulawesi Tengah masa bakti 2024–2029. Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Silaturahmi dan Mewujudkan Guru Berbudi untuk Menuju Indonesia Maju”, dengan subtema “PGRI Sulteng Siap Menyukseskan Program Berani Cerdas untuk Meningkatkan Akses, Pemerataan, dan Kualitas Pendidikan.”
Konkerprov juga menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus ruang dialog antara PGRI dan pemangku kebijakan untuk membahas berbagai tantangan, kebutuhan, serta arah pengembangan pendidikan di Sulawesi Tengah.
Melalui penguatan regulasi, dukungan anggaran, pengawasan, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, kebijakan pendidikan di Sulawesi Tengah diharapkan dapat diimplementasikan secara lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.







