Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Minimnya armada pemadam kebakaran di Kabupaten Parigi Moutong kembali menjadi sorotan DPRD. Keterbatasan armada dinilai menjadi salah satu penyebab lambatnya penanganan kebakaran yang beberapa kali terjadi di sejumlah wilayah.
Hal tersebut disampaikan salah satu anggota DPRD Parigi Moutong dari Fraksi Partai Perindo, Irfain, dalam rapat paripurna, Selasa, 03/03/2026, yang menilai kebutuhan penambahan mobil pemadam kebakaran sudah mendesak.
Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir terjadi sejumlah kasus kebakaran, baik kebakaran hutan maupun lahan di berbagai wilayah.
“Beberapa kejadian kebakaran terjadi di sejumlah titik, seperti di Abu Luwak, Toboli, Parigi Selatan hingga yang baru-baru ini terjadi di wilayah Donggulu Selatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan armada membuat proses penanganan kebakaran menjadi kurang maksimal, terlebih jika kebakaran terjadi di beberapa lokasi secara bersamaan.
“Kita sudah sampaikan sejak beberapa paripurna yang lalu bahkan sejak tahun lalu, bahwa armada pemadam kebakaran ini sangat penting. Ketika terjadi kebakaran di beberapa titik sekaligus, kita mengalami kesulitan karena armada yang tersedia sangat terbatas,” katanya.
Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya menjadikan penguatan sarana pemadam kebakaran sebagai prioritas, mengingat potensi kebakaran yang cukup tinggi di wilayah Parigi Moutong.
Ia juga menyinggung kondisi anggaran daerah yang dinilai masih memiliki ruang untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.
“Kalau tidak salah ada juga sisa anggaran (SILPA). Sementara ada beberapa program yang mungkin belum terlalu mendesak. Padahal kebutuhan seperti armada pemadam kebakaran ini sangat urgen,” jelasnya.
DPRD berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menambah armada pemadam kebakaran guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran di daerah tersebut.






