Example 970x250
Daerah  

Bappelitbangda Parigi Moutong Perkuat Pengawasan Program MBG, Bentuk Satgas Lintas OPD

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, Irwan. /Foto: FB

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah ini dilakukan untuk memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan efektif, tepat sasaran, dan memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Satgas MBG, mengatakan keterlibatan berbagai OPD menjadi kunci dalam memperkuat koordinasi, pengawasan, serta dukungan teknis selama pelaksanaan program.

“Program ini melibatkan banyak unsur karena implementasinya membutuhkan koordinasi lintas sektor agar seluruh tahapan berjalan optimal,” kata Irwan saat ditemui, Senin (09/03/2026).

Ia menjelaskan, struktur Satgas MBG dipimpin oleh Sekretaris Daerah sebagai ketua, sedangkan Kepala Bappelitbangda bertindak sebagai wakil ketua. Sementara itu, fungsi sekretariat dijalankan oleh Dinas Ketahanan Pangan.

Menurut Irwan, pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Parigi Moutong sejauh ini berjalan sesuai rencana. Meski demikian, koordinasi dengan pengelola program di tingkat pusat terus diperkuat, terutama dalam aspek monitoring, evaluasi, dan pengawasan teknis di lapangan.

Ia menegaskan, pengawasan terhadap operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi perhatian utama karena berperan langsung dalam penyediaan makanan bergizi bagi para penerima manfaat.

“Pengawasan di dapur SPPG harus dilakukan secara konsisten agar kualitas makanan, keamanan pangan, dan standar pelayanan tetap terjaga sesuai ketentuan,” tegasnya.

Untuk memperkuat sistem pengawasan, Satgas MBG daerah juga meningkatkan sinergi dengan koordinator wilayah program sehingga proses monitoring dan evaluasi dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Selain itu, Irwan menilai keterlibatan tenaga gizi memiliki peran strategis dalam memastikan kualitas makanan yang disajikan memenuhi standar gizi pemerintah.

“Di setiap dapur sudah tersedia tenaga gizi. Namun kami juga mendorong agar tenaga gizi yang tergabung dalam sekretariat satgas ikut aktif melakukan pemantauan sehingga pengawasan kualitas makanan semakin optimal,” ujarnya.

Irwan menambahkan, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus mendukung pembentukan generasi yang sehat dan produktif. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta memperkuat kolaborasi agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

“Ini adalah program yang sangat strategis. Seluruh unsur pemerintah daerah harus mengawal pelaksanaannya agar tepat sasaran, berkualitas, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *