Insiden Maut Pohon Tumbang, Korban Jiwa Bertambah: Bupati Parigi Moutong Gercep Melayat

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, di Dampingi Ketua TP-PKK Hj. Hestiwati Nanga, Saat Melayat Korban Pohon Tumbang Yang Meninggal di RSUD Undata Palu. /Foto: IST

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Rasa takut kini menyelimuti warga Kota Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, menyusul insiden pohon tumbang yang berujung maut.

Kekhawatiran itu dirasakan warga yang setiap hari melintasi ruas jalan dalam kota, terutama di jalur dua kawasan perkantoran yang dipadati pohon trembesi berukuran besar dan berusia tua. Meski lokasi kejadian berada di Jalan Lida Gimba, Kelurahan Kampal, atau yang dikenal sebagai Lorong Cinta, bayang-bayang ancaman kini meluas ke berbagai titik di pusat kota.

Insiden tragis tersebut dialami seorang warga yang tertimpa pohon tumbang hingga mengalami luka serius. Korban sempat menjalani perawatan intensif di RS Anuntaloko Parigi, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Undata Palu. Namun, setelah mendapatkan perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia.

Mendapat kabar duka tersebut, Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, didampingi Ketua TP-PKK Parigi Moutong Hj. Hestiwati Nanga, yang tengah menghadiri rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah, langsung menuju RSUD Undata Palu. Senin, 13/04/2026.

Erwin Burase menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia mengaku sempat menjenguk korban saat masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kemarin waktu kita jenguk di rumah sakit, sempat bicara dengan saya. Saya kira yang dirujuk ke Undata itu anaknya, karena anaknya waktu itu masih dirawat di ICU,” ungkapnya.

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, Saat Menjenguk Almarhumah Sewaktu Menjalani Perawatan di RSUD Anuntaloko Parigi. /Foto: IST

Ia juga menjelaskan, pihak keluarga sempat meminta agar almarhumah tidak ditempatkan di ruang jenazah. Permintaan tersebut langsung direspons cepat oleh pihak rumah sakit melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.

Dalam waktu cepat, ambulans telah disiapkan. Pada pukul 18.25 WITA, jenazah kemudian dipulangkan ke kediamannya di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan.

Bupati Erwin turut mengapresiasi pelayanan pihak rumah sakit yang dinilai sigap dalam memberikan penanganan kepada pasien.

“Tadi kata dokter, belum 24 jam dirawat di Undata, sudah dilakukan tindakan operasi. Ini bentuk keseriusan dan perhatian dari pihak rumah sakit,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi masyarakat. Pohon-pohon besar yang selama ini memberi keteduhan kini justru dipandang sebagai potensi ancaman, terutama saat cuaca ekstrem melanda.

Warga pun mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret, seperti pemangkasan hingga penebangan pohon yang dinilai rawan tumbang.

Jika tidak segera ditangani, warga khawatir insiden serupa dapat kembali terjadi dan menelan korban berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *