Poso, LANDASAN.ID – Ketersediaan gas elpiji dan pembangunan infrastruktur menjadi aspirasi utama warga Desa Pandiri, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, saat Anggota DPRD Sulawesi Tengah Royke W. Kaloh, SE, M.Si melaksanakan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil), Jumat (12/06/2026).
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Salah satu sorotan utama adalah keterbatasan pasokan gas elpiji. Warga berharap adanya penambahan kuota dan pemerataan distribusi agar kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi serta masyarakat memperoleh elpiji sesuai ketentuan harga.
Warga juga meminta kemudahan dalam proses pembukaan pangkalan baru. Penambahan pangkalan dinilai dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan gas elpiji.
Selain kebutuhan dasar, masyarakat mengusulkan pembangunan jembatan gantung desa untuk memperlancar mobilitas warga dan akses antarwilayah. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi serta kegiatan masyarakat sehari-hari.
Aspirasi lainnya menyangkut dukungan terhadap rumah ibadah sebagai bagian dari penguatan kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Royke mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dicatat dan diperjuangkan sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.
“Apa yang disampaikan masyarakat hari ini merupakan kebutuhan yang sangat penting dan menyentuh langsung kehidupan warga. Ketersediaan gas elpiji, kemudahan akses distribusi melalui pangkalan, pembangunan jembatan gantung, hingga dukungan terhadap rumah ibadah akan kami catat dan kawal sesuai kewenangan yang ada,” ujar Royke.
Menurutnya, Kundapil menjadi ruang penting bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung persoalan masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan warga menjadi bagian dari perhatian dalam penyusunan prioritas pembangunan.
Royke menegaskan pembangunan daerah tidak semata berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menjawab kebutuhan dasar yang menopang aktivitas ekonomi, sosial, dan keagamaan masyarakat.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan DPRD agar berbagai kebutuhan pembangunan dapat ditindaklanjuti secara terarah.
Kegiatan Kundapil di Desa Pandiri ditutup dengan dialog dan sesi tanya jawab bersama masyarakat yang kembali menyampaikan sejumlah masukan terkait pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.






