Produksi Jagung Parigi Moutong Masih Defisit, Pemda Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur

Plt. Kepala Dinas TPHP, Sunarti, S.P., M.Si. /Foto: FB

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Kebutuhan jagung di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, masih belum sepenuhnya terpenuhi. Setiap hari, daerah ini membutuhkan sekitar 200 ton jagung, terutama untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Namun, produksi petani lokal baru mampu menyuplai sekitar 112 ton per hari.

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong mengungkapkan, secara akumulatif produksi jagung dalam setahun hanya mencapai 40.337,95 ton, sementara kebutuhan ideal daerah berada di angka 60.000 ton per tahun.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa kita masih mengalami kekurangan produksi jagung yang cukup signifikan,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal IV Kab. Parigi Moutong. Kamis 08/01/2026.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mendorong pemanfaatan lahan-lahan tidur yang selama ini belum tergarap maksimal. Upaya tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui kelompok tani, pemuda tani, hingga komunitas berbasis keagamaan seperti kelompok gereja.

Menurutnya, salah satu kendala utama yang dihadapi selama ini adalah terbatasnya akses masyarakat terhadap pengelolaan lahan tidur. Banyak potensi lahan yang belum dimanfaatkan karena belum terintegrasi dengan program pemerintah.

“Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi pemuda dan masyarakat untuk mengelola lahan tidur. Pemerintah siap memfasilitasi, termasuk penyediaan benih,” jelasnya.

Ia menambahkan, bantuan pemerintah akan disalurkan melalui kelompok tani resmi yang telah terdaftar dalam Sistem Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian (Sengbulutan). Proses pembentukan kelompok tani tersebut dinilai tidak rumit dan dapat segera dilakukan oleh masyarakat yang berminat.

Pos terkait:  Pemkab Parigi Moutong Dorong Kemandirian Desa Lewat Koperasi Merah Putih

Saat ini, luas lahan jagung produktif di Parigi Moutong tercatat sekitar 7.000 hektare. Untuk menutupi kebutuhan jagung daerah, dibutuhkan sedikitnya 10.000 hektare lahan tanam. Bahkan, apabila ingin mencapai kondisi surplus, luas lahan yang diperlukan harus melebihi angka tersebut.

Pemerintah daerah memastikan kesiapan dukungan, sejalan dengan program Kementerian Pertanian yang akan menyalurkan bantuan benih dan sarana produksi pertanian (saprodi) bagi masyarakat yang bersedia membuka dan mengelola lahan, baik untuk komoditas jagung maupun padi sawah.

Saat ini, sekitar 80 persen kebutuhan jagung Parigi Moutong telah terpenuhi, sementara 20 persen sisanya masih dipasok dari luar daerah. Kondisi ini dinilai kurang ideal, mengingat besarnya potensi pertanian lokal yang dimiliki daerah tersebut.

“Sangat disayangkan jika kita masih harus bergantung pada pasokan luar daerah, khususnya untuk kebutuhan pakan ternak. Potensi lokal Parigi Moutong seharusnya bisa dimaksimalkan,” tegasnya.

Pemerintah daerah pun optimistis, melalui sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, kemandirian jagung di Parigi Moutong dapat segera terwujud sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *