Ketua Kadin Sulteng: Parigi Moutong Punya Modal Besar Jadi Episentrum Ekonomi Baru Sulawesi Tengah

Muhammad Nur Dg Rahmatu Dalam Sambutan Mukab Kadin Kab. Parigi Moutong 5.0 2026. /Foto: FB

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tengah, H. Muhammad Nur Dg Rahmatu, menegaskan bahwa Kabupaten Parigi Moutong memiliki potensi strategis untuk tumbuh sebagai salah satu pusat kekuatan ekonomi baru di Sulawesi Tengah, jika dikelola melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan dunia usaha.
Pernyataan itu disampaikan Muhammad Nur dalam sambutannya pada Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kadin Parigi Moutong yang dihadiri Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid, jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD, OPD, perbankan, pelaku usaha, dan unsur pers. Rabu, 21/01/2026.

Menurutnya, Parigi Moutong bukan daerah biasa. Dengan luas wilayah lebih dari 6.000 kilometer persegi, garis pantai panjang, serta populasi hampir setengah juta jiwa, daerah ini memiliki basis sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Parigi Moutong ini sangat kaya. Kita punya kakao, kelapa, kemiri, cengkeh, durian, perikanan laut, hingga potensi pertanian dan mineral. Jika semua ini dikelola secara kolaboratif dan terintegrasi, nilai tambah ekonomi akan melonjak signifikan,” ujar Muhammad Nur.

Ia menyebut, pendekatan pembangunan berbasis desa yang digagas Bupati Erwin Burase dan Wakil Bupati Abdul Sahid melalui program Gerbang Desa merupakan strategi tepat untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah. Menurutnya, kemandirian ekonomi sejatinya bertumpu pada optimalisasi potensi desa.

“Ketika potensi desa dimaksimalkan, maka ekonomi kabupaten akan tumbuh dengan sendirinya. Ini visi yang sangat progresif dan sejalan dengan arah kebijakan Kadin,” tegasnya.

Muhammad Nur juga mengungkapkan bahwa mulai tahun 2026, peran Kadin dalam sistem ekonomi nasional akan semakin strategis menyusul revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri. Melalui regulasi baru tersebut, Kadin akan menjadi mitra wajib dalam seluruh aktivitas investasi, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).

“Ke depan, setiap investasi di daerah, termasuk di Parigi Moutong, akan melibatkan Kadin sebagai bagian dari proses. Ini memastikan bahwa investasi berjalan sehat, transparan, dan berpihak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat kini menjadikan Kadin sebagai mitra utama dalam diplomasi dan kerja sama ekonomi internasional. Setiap kesepakatan investasi lintas negara akan diimplementasikan hingga ke daerah melalui jaringan Kadin.
Dalam konteks itu, ia mendorong Kadin Parigi Moutong untuk semakin aktif membangun jejaring nasional dan internasional guna menarik investasi ke sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan industri pengolahan.

Muhammad Nur bahkan mengaku secara aktif memperjuangkan Parigi Moutong dalam forum-forum nasional. Ia menyebut pernah menginterupsi rapat Kementerian Pertanian karena menilai alokasi bantuan bibit kakao dan kelapa untuk daerah ini belum sebanding dengan luas dan potensi lahan yang dimiliki.

“Parigi Moutong punya puluhan ribu hektare lahan produktif. Tidak masuk akal jika alokasi nasional tidak berpihak. Ini terus saya suarakan agar daerah ini mendapatkan porsi yang adil,” tegasnya.

Ia menutup sambutannya dengan menekankan pentingnya keterbukaan, transparansi, dan kepercayaan antara pemerintah dan dunia usaha. Menurutnya, daerah yang dibangun dengan kolaborasi akan tumbuh, sedangkan daerah yang dipenuhi kecurigaan akan stagnan.

“Jika pemerintah daerah dan Kadin berjalan searah, Parigi Moutong bukan hanya akan maju, tetapi bisa menjadi contoh bagi 13 kabupaten dan kota lain di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Pos terkait:  Disdikbud Parigi Moutong Tuntaskan 40 Persen Program Bidang SD Hingga Pertengahan 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *