PALU, LANDASAN.ID – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah menekankan pentingnya semangat persaudaraan dan kolaborasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tengah Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Wagub mengajak seluruh peserta Musprov mengedepankan prinsip Nosarara Nosabatutu demi menjaga persatuan dunia usaha di Sulawesi Tengah. Menurutnya, momentum Musprov tidak boleh hanya menjadi ajang perebutan posisi, melainkan ruang konsolidasi untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha.
“Nosarara Nosabatutu itu bersaudara, saling menyayangi, tidak saling ribut. Saya berharap kita semua legowo, tidak usah gontok-gontokan. Siapa yang dianggap terbaik, itulah yang dipilih,” ujarnya di hadapan peserta Musprov.
Ia menegaskan, pemerintah provinsi tidak melakukan intervensi terhadap proses pemilihan Ketua KADIN Sulteng. Namun, ia berharap seluruh kandidat tetap menjaga suasana kondusif dan menjunjung sportivitas.
“Silakan mufakat, kalau tidak bisa ya silakan secara sportif. Yang penting aman, damai, dan tidak ribut,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wagub juga membeberkan capaian ekonomi Sulawesi Tengah yang dinilai terus menunjukkan tren positif. Ia mengungkapkan, pada periode Januari hingga 10 April 2026, Sulawesi Tengah telah mengekspor durian sebanyak 1.044 ton ke Tiongkok dengan nilai mencapai Rp397 miliar untuk para petani.
“Dan itu baru dari komoditas durian. Sekarang kami juga sedang mendorong kembali ekspor kelapa bulat agar bisa menembus pasar internasional,” katanya.
Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan I 2026 berada di posisi ketiga nasional dengan angka 8,9 persen, di bawah Maluku Utara dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurutnya, capaian tersebut harus terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, KADIN, pelaku UMKM, koperasi, BUMN, BUMD, hingga sektor swasta.
“Kami tidak bisa bergerak sendiri tanpa dukungan KADIN. Karena itu saya berharap dunia usaha bersama pemerintah bisa bergandengan tangan mencari investor dan memperkuat ekonomi daerah,” ujarnya.
Wagub juga menyinggung slogan pembangunan Sulawesi Tengah “Nambaso” yang menurutnya memiliki makna besar. Selain diartikan sebagai “anak miskin bisa sekolah”, dalam bahasa Kaili, Nambaso juga bermakna besar dan luar biasa.
Ia turut menjelaskan slogan “BERANI” yang selama ini melekat pada kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah. Menurutnya, istilah itu merupakan singkatan dari “Bersama Anwar-Reny”.
“Bukan berani berkelahi, tetapi BERANI itu singkatan dari Bersama Anwar-Reny,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.
Di akhir sambutan, Wagub menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran KADIN yang dinilainya memiliki kontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia pun resmi membuka Musprov VIII KADIN Sulawesi Tengah Tahun 2026.
“Semua yang ada di ruangan ini baik dan pintar. Tetapi pasti ada yang terbaik di antara yang terbaik,” katanya.
Acara pembukaan kemudian ditutup dengan pantun khas yang disampaikan mewakili Gubernur Sulawesi Tengah.
“Pagi hari menuju Palu,
Singgah sebentar membeli rotan.
Selamat datang para tamu,
Di Musprov KADIN penuh harapan.”






