Daerah  

Bupati Erwin Burase Dorong Tiap Desa di Parigi Moutong Tanam Durian

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, Membaca Sambutannya Dalam Kegiatan Optimalisasi Kualitas Ekspor Komoditas Durian Parigi Moutong Melalui Pendampingan Karantina di Desa Avolua, Kec. Parigi Utara. /Foto: FB

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menegaskan komitmennya menjadikan seluruh desa di wilayahnya sebagai basis pengembangan durian nasional hingga berorientasi ekspor internasional.

Komitmen itu disampaikan Erwin Burase saat mendampingi kunjungan kerja Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, dalam dialog bertema “Optimalisasi Kualitas Ekspor Komoditas Durian Parigi Moutong Melalui Pendampingan Karantina” di Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (28/05/2026).

Menurut Erwin, pemerintah daerah kini tengah membuka dan menyiapkan ribuan hektare lahan baru untuk pengembangan sentra durian di sejumlah kecamatan. Program tersebut diarahkan agar setiap desa memiliki kawasan produktif durian yang terintegrasi dengan pasar ekspor.

“Parigi Moutong harus menjadi kabupaten lumbung durian bertaraf internasional. Potensi kita sangat besar dan tersebar hampir di seluruh wilayah,” tegas Erwin.

Ia mengungkapkan, dari 23 kecamatan di Parigi Moutong, sebanyak 19 kecamatan telah memiliki kawasan tanaman durian aktif. Namun, sebagian besar lahan petani belum terregistrasi secara resmi untuk kebutuhan ekspor.

Berdasarkan data pemerintah daerah, luas lahan durian yang telah terdaftar baru sekitar 1.114 hektare, sementara total potensi perkebunan durian mencapai lebih dari 5.700 hektare.

“Kami akan mendorong seluruh desa dan petani segera melakukan registrasi lahan agar memenuhi standar ekspor internasional,” ujarnya.

Erwin juga membeberkan rencana ekspansi besar-besaran perkebunan durian di Parigi Moutong. Pemerintah daerah saat ini sedang mengembangkan sekitar 15 ribu hektare lahan baru, termasuk pembukaan kawasan seluas 4 ribu hektare di Kecamatan Kasimbar dan 5 ribu hektare di wilayah Sidoan.

“Dalam waktu dekat kita targetkan ada tambahan hingga 20 ribu hektare lahan durian baru,” katanya.

Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya permintaan pasar ekspor terhadap durian asal Parigi Moutong. Setelah sebelumnya menembus pasar Thailand sejak 2023, pada Februari 2026 Parigi Moutong untuk pertama kalinya berhasil mengekspor langsung sekitar 27 ton durian ke Tiongkok.

Keberhasilan ekspor itu, menurut Erwin, menjadi momentum penting untuk memperkuat ekonomi desa berbasis komoditas unggulan.

Selain perluasan lahan, pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan kapasitas packing house atau rumah kemas durian. Saat ini terdapat 14 packing house di Parigi Moutong, namun baru tiga yang memiliki izin ekspor resmi.

“Kalau seluruh packing house bisa memenuhi standar dan mengantongi izin ekspor, maka dampaknya akan sangat besar terhadap ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Erwin turut meminta dukungan Badan Karantina Indonesia untuk membantu mengatasi penyakit “bangkalan” yang masih menjadi ancaman serius bagi produktivitas tanaman durian di tingkat petani.

Ia berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah mampu mempercepat terwujudnya Parigi Moutong sebagai salah satu pusat durian terbesar di Indonesia sekaligus pemain utama pasar durian dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *