Example 970x250
Daerah  

Vatu Matando, Hidden Gem Baru Parigi Barat dengan Sungai Jernih dan Alam Asri

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Abdul Gafur, dan Pemandangan Wisata Alam Vatu Matando Desa Parigimpuu, Kecamatan Parigi Barat. /Foto: FB

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Desa Parigimpuu, Kecamatan Parigi Barat, mulai menghadirkan destinasi wisata baru yang mengandalkan keindahan alam dan kejernihan mata air alami. Melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kawasan Wisata Vatu Matando kini tengah dikembangkan sebagai destinasi rekreasi keluarga sekaligus ruang wisata berbasis potensi lokal.

Ketua Pokdarwis Vatu Matando, Abdul Gafur, mengatakan pengembangan kawasan wisata tersebut baru dimulai setelah terbitnya Surat Keputusan (SK) Kepala Desa tentang pembentukan Pokdarwis pada Desember lalu. Saat ini, fokus utama pengelola adalah membangun fasilitas dasar agar wisatawan dapat menikmati kawasan dengan lebih nyaman.

“Objek wisata ini masih dalam tahap pengembangan. Kami ingin seluruh prosesnya dilakukan secara bertahap melalui kesepakatan bersama antara Pokdarwis dan pemerintah desa,” ujar Gafur kepada Landasan.id, Minggu 28/06/2026.

Menurutnya, Vatu Matando menawarkan suasana alam yang masih asri dengan aliran mata air yang jernih, sehingga berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kecamatan Parigi Barat. Keasrian lingkungan menjadi daya tarik utama yang ingin dipertahankan di tengah proses pembangunan kawasan.

Sejumlah fasilitas pendukung mulai dibangun menggunakan anggaran dana desa, di antaranya dua unit MCK, empat gazebo, serta musala untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. Ke depan, kawasan wisata juga akan dilengkapi berbagai fasilitas tambahan seiring meningkatnya jumlah wisatawan.

Gafur menjelaskan, tarif penggunaan gazebo maupun retribusi pengunjung belum diberlakukan karena seluruh mekanisme pengelolaan masih menunggu hasil musyawarah antara Pokdarwis dan Pemerintah Desa Parigimpuu.

“Hingga saat ini pengunjung masih bisa menikmati seluruh fasilitas secara gratis karena belum ada keputusan mengenai besaran retribusi maupun biaya penggunaan fasilitas,” katanya.

Selain menyuguhkan panorama alam, Vatu Matando juga memiliki nilai budaya yang menjadi daya tarik tersendiri. Di kawasan tersebut terdapat sebuah batu yang dikenal masyarakat sebagai Vatu Matando dan memiliki cerita turun-temurun yang menjadi bagian dari identitas lokal Desa Parigimpuu.

Meski demikian, Pokdarwis saat ini lebih memprioritaskan pengembangan kawasan wisata alam agar mampu memberikan pengalaman rekreasi yang nyaman, aman, dan berkesan bagi setiap pengunjung.

Gafur berharap pengembangan Vatu Matando mendapat dukungan tidak hanya dari Pemerintah Desa Parigimpuu, tetapi juga Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, hingga pemerintah pusat melalui sektor pariwisata.

Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang sehingga Vatu Matando mampu berkembang menjadi destinasi wisata yang kompetitif dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Harapan kami, Vatu Matando tidak hanya menjadi tujuan wisata masyarakat Parigi Moutong, tetapi juga mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa, selain itu kami juga mengimbau kepada pengunjung agar bersama-sama menjaga kelestarian wisata Vatu Matando ini” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *