Sekolah Full Day Mulai Diuji di Parigi Moutong, Dikbud Klaim Tanpa Kendala

Ibrahim, S.E., M.A.P. /Foto: FB

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong mulai menguji coba penerapan sistem sekolah full day pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di sejumlah sekolah yang tersebar di 23 kecamatan.

Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Dikbud Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan uji coba tersebut telah berlangsung selama kurang lebih dua pekan di beberapa sekolah per kecamatan. Hingga kini, pelaksanaannya berjalan tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah, uji coba sudah berjalan. Ada sekolah yang sudah dua minggu melaksanakan dan sejauh ini belum ada laporan kendala dari korwil, pengawas, maupun kepala sekolah,” ujar Ibrahim di Parigi, Senin (02/02/2026).

Selama masa uji coba, pihaknya mewajibkan setiap sekolah bersama pengawas pembina untuk melakukan evaluasi rutin setiap pekan. Apabila ditemukan kendala di lapangan, sekolah diminta segera melaporkannya kepada dinas untuk ditindaklanjuti.

“Setiap minggu kami minta dilakukan evaluasi. Kalau ada masalah, langsung dilaporkan. Sampai sekarang belum ada laporan hambatan,” jelasnya.

Ibrahim menegaskan, penerapan full day school tidak dimaksudkan untuk menambah beban jam pelajaran siswa. Skema yang diterapkan hanya berupa penataan ulang jadwal belajar agar seluruh jumlah jam pelajaran (JP) tetap terpenuhi.

“Mata pelajaran yang sebelumnya dilaksanakan pada hari Sabtu dipindahkan ke sore hari, dari Senin sampai Jumat. Intinya, jumlah jam pelajaran harus tetap terpenuhi,” terangnya.

Pos terkait:  Sekolah PAUD Eks Parigi Ikuti Lomba Tujuh Kebiasaan Anak Hebat Rayakan Hari Anak Nasional

Selain penyesuaian jadwal, sekolah juga diberikan ruang untuk menambahkan muatan kurikulum internal sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan, selama tetap berpedoman pada ketentuan jam belajar yang berlaku.

Saat ini, uji coba full day school dilaksanakan pada semester genap. Apabila hasil evaluasi dinilai positif dan tidak menimbulkan kendala, Dikbud Parigi Moutong akan melaporkan hasil pelaksanaan program tersebut kepada Bupati Parigi Moutong.

“Kalau uji coba ini berhasil, kami akan lapor ke Bupati. Selanjutnya akan ada edaran resmi dari Bupati terkait penerapan full day school,” katanya.

Ia menambahkan, dukungan orang tua menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan program tersebut. Hingga saat ini, respons orang tua dinilai cukup positif, terutama di sekolah-sekolah yang telah menjalankan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

“Karena ini masih tahap uji coba, kami juga melihat dukungan orang tua. Sejauh ini cukup terbantu, apalagi dengan adanya program MBG di beberapa sekolah,” ungkapnya.

Dengan adanya MBG, orang tua tidak lagi harus mengantar bekal makan siang ke sekolah. Selain itu, jam pulang siswa juga dinilai masih dalam batas wajar.

“Kadang jam dua sudah pulang. Yang terpenting, seluruh jam pelajaran tetap terpenuhi,” pungkas Ibrahim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *