15 Sekolah Terpencil Parigi Moutong Mulai Terhubung Internet Starlink, Dorong Akselerasi Digitalisasi Pendidikan

Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar (SD), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Parimo, Ibrahim, S.E., M.A.P. /Foto: FB

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Upaya Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mempercepat pemerataan layanan pendidikan terus menunjukkan progres signifikan. Tidak hanya memperluas akses listrik bagi sekolah-sekolah terpencil, pemerintah daerah kini mendorong konektivitas internet melalui bantuan perangkat Starlink guna menunjang digitalisasi pembelajaran.

Langkah strategis ini menyasar sekolah-sekolah yang selama ini terisolasi dari jaringan internet, terutama di wilayah pedalaman yang sulit dijangkau infrastruktur telekomunikasi konvensional.

Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parimo, Ibrahim, menjelaskan bahwa bantuan internet berbasis satelit tersebut diberikan sebagai solusi bagi sekolah yang belum memiliki akses jaringan.

“Selain bantuan listrik dari PLN, Alhamdulillah sekolah-sekolah terpencil juga mendapatkan dukungan akses internet melalui Starlink. Ini menjadi terobosan penting untuk menunjang proses belajar mengajar berbasis digital,” ujar Ibrahim, Minggu (8/2/2026).

Ia mengungkapkan, perangkat Starlink yang didistribusikan berasal dari dua sumber pendanaan, yakni bantuan langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta alokasi anggaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parimo.

Menurutnya, skema ini memastikan sekolah yang belum terjangkau bantuan pusat tetap mendapatkan perhatian melalui intervensi pemerintah daerah.

“Sekolah yang belum menerima bantuan dari kementerian kami prioritaskan melalui anggaran dinas. Program ini memang difokuskan bagi sekolah tanpa akses internet,” jelasnya.

Meski demikian, tantangan pemerataan infrastruktur pendidikan masih cukup besar. Ibrahim memperkirakan terdapat sekitar 40 sekolah di Parimo yang hingga kini masuk kategori terisolasi, baik dari sisi listrik maupun jaringan internet.

Pos terkait:  Pemkab Parigi Moutong Berangkatkan 22 Mahasiswa ke Poltekesos Bandung

Beberapa sekolah di wilayah terpencil Kecamatan Sausu menjadi contoh nyata kondisi tersebut. Ada sekolah yang baru menikmati sambungan listrik, sementara sekolah lainnya telah menerima perangkat internet namun belum teraliri listrik.

“Di Salubanga sudah mendapatkan listrik, tetapi ada sekolah lain seperti SD Menggalapi yang Starlink-nya sudah tersedia namun belum memiliki aliran listrik,” ungkap Ibrahim.

Ia berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam penyediaan infrastruktur pendidikan dapat terus berlanjut agar seluruh sekolah terpencil segera menikmati layanan listrik dan internet secara merata.

“Kami akan terus memperbarui dan mengirim data kebutuhan sekolah. Harapannya, 15 Sekolah yang sudah masuk dalam program ini dapat memaksimalkan data sekolah agar digitalisasi terus berjalan dan seluruh wilayah yang masih terisolasi dapat segera tersentuh program bantuan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *