Sidak Mendadak! Wabup Abdul Sahid Bongkar LPG 3 Kg Dijual Rp55 Ribu, Agen Nakal Disemprot Keras

Wabup Abdul Sahid Sidak Pangkalan Lpg 3kg. /Foto: IST

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, turun langsung memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan dan kios penyalur LPG 3 kilogram di Kota Parigi, Jumat (27/02/2026) siang. Sidak ini menyusul gelombang keluhan masyarakat terkait melonjaknya harga gas subsidi menjelang Ramadan.

Langkah tegas tersebut dilakukan untuk memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram tidak dipermainkan oleh oknum pangkalan maupun pengecer di tengah meningkatnya kebutuhan warga selama bulan suci.

Dalam sidak itu, tim Satgas menemukan fakta mencengangkan. Di salah satu kios kawasan Pasar Tua Parigi, seorang warga kedapatan membeli LPG 3 kilogram dengan harga Rp55 ribu per tabung—jauh di atas ketentuan HET yang berlaku.

Temuan ini langsung mendapat respons keras dari Wakil Bupati.

“Gas 3 kilogram ini adalah subsidi negara untuk masyarakat kurang mampu. Tidak boleh disalahgunakan, apalagi dijual di atas HET,” tegas Abdul Sahid di sela-sela sidak.

Ia juga mengingatkan para agen dan pangkalan agar tidak menyalurkan LPG subsidi kepada pihak yang tidak berhak, seperti aparatur sipil negara (ASN), pengusaha, maupun pedagang makanan skala besar.

Menurutnya, distribusi yang tidak tepat sasaran menjadi salah satu pemicu kelangkaan dan kenaikan harga di tingkat pengecer.

“Kami tidak akan mentolerir praktik yang merugikan masyarakat kecil. Kalau tidak memiliki izin resmi, jangan berani menjual LPG subsidi. Ini untuk rakyat kecil, bukan untuk mencari keuntungan pribadi,” ujarnya dengan nada tegas.

Meski menemukan pelanggaran, pendekatan yang dilakukan dalam sidak tersebut bersifat persuasif dan preventif. Pedagang yang kedapatan menjual di atas HET diberikan pembinaan dan peringatan agar tidak mengulangi pelanggaran serupa.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memastikan pengawasan distribusi LPG 3 kilogram akan diperketat selama Ramadan. Sidak berkala akan terus dilakukan guna mencegah lonjakan harga serta praktik penimbunan yang dapat memicu kelangkaan di tengah masyarakat.

Pemkab juga membuka ruang partisipasi publik dengan mengimbau warga untuk segera melaporkan jika menemukan harga LPG subsidi yang melampaui HET atau indikasi penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Laporkan jika ada yang bermain harga. Kita ingin masyarakat tenang menjalani Ramadan tanpa dibebani kenaikan harga gas subsidi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *