Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Kelurahan Bantaya. Masyarakat, khususnya kalangan pemuda, menggelar turnamen sepakbola mini sebagai ajang olahraga sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Turnamen yang berlangsung pada 11 hingga 17 Agustus 2026 tersebut diikuti 12 tim yang berasal dari lingkungan Kelurahan Bantaya. Pertandingan digelar menggunakan sistem turnamen sebagaimana kompetisi sepakbola pada umumnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Darussalam, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif para pemuda Kelurahan Bantaya yang mendapat dukungan dari sejumlah pihak melalui sponsorship.
Menurutnya, turnamen tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang bagi para pemuda untuk menyalurkan energi melalui kegiatan yang positif.
“Peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini sebanyak 12 tim, yang merupakan warga Kelurahan Bantaya dan didominasi oleh para pemuda. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Akay Jaya Parigi, Anggota DPD Rafiq Al Amri, Ketua Partai PKS Muhammad Basuki, serta masyarakat sekitar,” ujar Darussalam saat wawancara dengan media landasan.id. Selasa, 11/08/2026.
Turnamen tersebut dibuka langsung oleh Lurah Bantaya, Chairil, S.E., bersama jajaran aparat Kelurahan Bantaya dan sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Chairil menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan panitia yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan olahraga tersebut.
Ia menilai turnamen sepakbola menjadi momentum positif untuk membangun kebersamaan sekaligus menghidupkan semangat kemerdekaan di tengah masyarakat.
“Saya selaku Lurah Bantaya mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran demi terselenggaranya kegiatan ini,” kata Chairil.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menjaga semangat bertanding dengan tetap mengedepankan sportivitas. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan dalam sebuah kompetisi, tetapi juga bagaimana olahraga dapat menjaga hubungan baik antarpemuda dan masyarakat.
“Melalui olahraga, kita ingin mempererat tali silaturahmi antar-pemuda, antar-RT, antar-lingkungan, sekaligus membangun semangat persatuan dan sportivitas di tengah masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, tokoh pemuda Kelurahan Bantaya, Moh Yamin T Noho, menyoroti pentingnya menyediakan ruang positif bagi generasi muda. Hal tersebut dinilai semakin penting di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.
Menurut Yamin, kegiatan olahraga dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengarahkan pemuda pada aktivitas yang sehat, produktif, dan membangun prestasi.
“Saya mengajak seluruh pemuda Kelurahan Bantaya untuk katakan tidak pada narkoba, katakan ya pada olahraga dan prestasi. Jadikan sepakbola sebagai wadah untuk membangun karakter, disiplin, sportivitas, dan solidaritas,” tegasnya.
Ia berharap semangat olahraga yang tumbuh melalui turnamen tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama dalam membangun generasi muda Kelurahan Bantaya.
“Karena pemuda yang sehat adalah pemuda yang kuat, dan pemuda yang kuat adalah pemuda yang mampu membawa Kelurahan Bantaya menjadi lebih maju,” pungkasnya.
Turnamen sepakbola mini Kelurahan Bantaya ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan menyambut HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi wadah pembinaan pemuda sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.



