Example 970x250
Daerah  

Banjir Bandang Terjang Avolua, Bupati Erwin Perintahkan Penanganan Darurat Dipercepat

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, Meninjau Lokasi Banjir Bandang di Desa Avolua Pagi Hari Setelah di Terjang Banjir Bandang pada Dini Hari. /Foto: FB

Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, turun langsung memantau penanganan banjir bandang yang menerjang Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Rabu (26/8/2026) dini hari.

Banjir terjadi sekitar pukul 01.00 WITA. Bupati tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WITA bersama unsur Forkopimda dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Setibanya di lokasi, Erwin langsung menginstruksikan percepatan penanganan darurat, mulai dari pembentukan posko, pendataan kerusakan hingga pengerahan peralatan dan personel.

“Langkah pertama, posko harus segera berdiri dan siap beroperasi. Selanjutnya, lakukan pendataan menyeluruh atas kerugian yang dialami masyarakat. Seluruh OPD terkait wajib terlibat aktif,” tegas Erwin.

Ia meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman segera memeriksa kondisi rumah warga terdampak untuk menentukan kebutuhan bantuan. Pendataan juga harus mencakup warga yang mengungsi ke rumah kerabat dan belum terpusat di posko.

Menurut Erwin, Pemkab Parigi Moutong juga membuka opsi penetapan status tanggap darurat agar penanganan bencana dapat segera ditopang anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).

“Kita bisa segera menetapkan status tanggap darurat. Dengan demikian, anggaran BTT dapat segera dicairkan untuk penanganan bencana ini,” ujarnya.

Pengerahan alat berat menjadi langkah prioritas. Pemkab menargetkan alat berat mulai bekerja pada sore hari untuk membersihkan material banjir berupa kayu dan lumpur yang menumpuk di kawasan permukiman.

Alat berukuran lebih kecil akan didahulukan agar dapat menjangkau titik-titik sempit di antara rumah warga.

Selain pembersihan material, normalisasi aliran sungai menjadi perhatian utama. Langkah tersebut diperlukan untuk mengembalikan aliran air ke jalur semula sekaligus mengurangi risiko banjir susulan.

Erwin juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pemantauan menggunakan drone untuk memetakan kondisi wilayah terdampak sebelum pengerahan alat berat dilakukan secara lebih luas.

“Kami khawatir jika hujan turun lagi malam ini, banjir bisa datang lebih besar dan lebih merusak. Karena itu, Dinas PUPR diminta segera melakukan pemantauan menggunakan drone untuk memetakan kondisi lokasi,” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang tersebut.

Erwin juga mengaitkan kondisi itu dengan potensi material sisa kebakaran hutan dan lahan yang sebelumnya terjadi di kawasan tersebut. Material berupa kayu dan sisa vegetasi dinilai berpotensi terbawa arus saat hujan deras dan kemudian menyumbat aliran air.

“Pasca-kebakaran, kita sudah mengingatkan, jika hujan turun deras, banjir pasti terjadi karena sisa-sisa kayu dan material akan terbawa arus dan menumpuk di pemukiman. Inilah yang kini menimpa warga,” jelasnya.

Penanganan juga tidak hanya mengandalkan alat berat. Pemerintah daerah menyiapkan tenaga manual untuk membersihkan material di lokasi yang sulit dijangkau mesin.

Sekitar 50 sekop disiapkan untuk mendukung proses pembersihan. Personel dari Batalyon 873 juga telah turun membantu, namun masih membutuhkan peralatan pendukung seperti sekop dan cangkul.

“Bantuan personel dari Batalyon 873 juga telah hadir, namun masih membutuhkan alat pendukung seperti sekop dan cangkul yang akan segera kita penuhi,” tambah Erwin.

Sementara itu, Pemkab masih melakukan pendataan warga terdampak, termasuk kemungkinan pemusatan pengungsi. Bupati meminta posko induk segera dibentuk sebagai pusat penerimaan dan distribusi bantuan.

Posko tersebut diharapkan menjadi satu pintu koordinasi sehingga bantuan tidak terpecah dan dapat disalurkan sesuai kebutuhan warga.

Kelompok rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil dan balita, menjadi prioritas dalam pendataan serta penyaluran bantuan.

Pemkab Parigi Moutong memastikan penanganan banjir dilakukan secara cepat dan terpadu dengan mengutamakan keselamatan warga serta pemulihan kondisi permukiman terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *