Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Drs. Alfres Masboy Tonggiroh, M.Si., mendesak instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk menangani krisis produksi durian montong yang dialami petani di Desa Beraban, Kecamatan Balinggi. Desakan tersebut disampaikan saat menggelar Reses Masa Persidangan Tahun 2026 di desa tersebut, Rabu malam (22/4/2026).
Dalam pertemuan bersama warga, para petani mengeluhkan anjloknya hasil panen durian montong akibat serangan penyakit yang dikenal masyarakat setempat sebagai penyakit “Bangkalan”. Serangan penyakit tersebut menyebabkan produksi durian merosot drastis hingga sekitar 90 persen, dari rata-rata 10 ton menjadi hanya 1 ton per musim panen.
Menanggapi kondisi tersebut, Alfres meminta Dinas Pertanian segera menurunkan tim teknis untuk melakukan penelitian dan penanganan terhadap penyakit yang menyerang tanaman durian milik warga.
“Petani durian merupakan penggerak ekonomi daerah. Produknya bahkan telah menembus pasar ekspor. Karena itu, pemerintah tidak boleh membiarkan mereka menghadapi persoalan ini sendiri. Harus ada langkah cepat dan kajian ilmiah agar penyebab penyakit dapat diketahui dan ditangani secara tepat,” tegas Alfres.
Selain persoalan pertanian, warga juga mengusulkan perbaikan Jaringan Irigasi Tingkat Desa (JIDES) di Dusun 2 yang selama ini mengalami kerusakan dan kerap memicu banjir hingga merendam permukiman warga serta kawasan Pura.
Alfres mengakui kondisi keuangan daerah saat ini sedang menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran yang mencapai sekitar Rp200 miliar. Namun demikian, ia memastikan usulan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur irigasi dan penanganan banjir merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera ditindaklanjuti karena berkaitan langsung dengan aktivitas pertanian dan keselamatan warga.
Untuk mempercepat proses pengusulan, Alfres meminta Pemerintah Desa Beraban segera menyiapkan proposal teknis lengkap beserta titik koordinat lokasi pekerjaan. Usulan tersebut mencakup rencana perpanjangan saluran irigasi sepanjang 550 meter yang akan dimasukkan dalam sistem perencanaan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan yang sama, masyarakat juga menyampaikan permohonan bantuan material pembangunan untuk Pura Puncaksari. Menanggapi aspirasi tersebut, Alfres menyatakan kesiapannya mengawal bantuan melalui dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD dengan tetap mengedepankan kelengkapan administrasi dan legalitas lahan.
Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan yang bersumber dari anggaran pemerintah harus memenuhi persyaratan administrasi secara lengkap guna menghindari persoalan hukum di kemudian hari.
Menutup kegiatan reses, Alfres kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga kawasan Balinggi dan Torue dari aktivitas pertambangan yang dinilai berpotensi mengancam lahan pertanian produktif.
Menurutnya, Balinggi merupakan salah satu lumbung pangan strategis di Kabupaten Parigi Moutong sehingga keberlangsungan lahan pertanian harus menjadi prioritas. Ia menegaskan DPRD akan terus mendorong pembangunan infrastruktur pertanian serta pengembangan akses ekonomi baru, termasuk upaya pembukaan jalur penghubung Sigi–Sausu, sebagai langkah memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan sektor pertanian.






