Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Kapolsek Parigi, IPTU Jusman Bakri, mengajak masyarakat memperkuat pembinaan iman sebagai upaya menekan angka kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, dan judi online. Menurutnya, pendekatan keagamaan melalui masjid menjadi solusi jangka panjang dalam membentuk karakter generasi muda.
Ajakan itu disampaikan Jusman Bakri saat memberikan sambutan usai pelaksanaan Sholat Jumat di Masjid At-Taqwa Bantaya, Kecamatan Parigi, Jumat 24/07/2026.
Dalam penyampaiannya, Jusman mengatakan berbagai kasus yang ditangani Polsek Parigi menunjukkan bahwa lemahnya pembinaan agama di lingkungan keluarga menjadi salah satu penyebab munculnya tindak kriminal.
“Selama kurang lebih satu bulan saya bertugas di Polsek Parigi, kami menangani puluhan kasus pencurian. Dari hasil pemeriksaan, banyak pelaku yang terjerumus akibat penyalahgunaan sabu-sabu dan judi online. Kalau ditelusuri lebih jauh, akar persoalannya adalah kurangnya sentuhan agama dalam kehidupan mereka,” ujarnya.
Ia menilai penegakan hukum saja tidak cukup untuk memutus mata rantai kejahatan. Menurutnya, para pelaku, khususnya anak-anak dan remaja, membutuhkan pembinaan spiritual agar memiliki kesadaran untuk meninggalkan perbuatan yang melanggar hukum.
Karena itu, Jusman mengajak para tokoh agama, pengurus masjid, dan Jemaah Tabligh untuk bersama-sama mengambil peran dalam membina generasi muda melalui kegiatan keagamaan.
“Saya berharap mereka tidak hanya diproses secara hukum, tetapi juga diajak mengikuti pengajian, sholat berjamaah, dan kegiatan dakwah. Sentuh hati mereka dengan iman, karena perubahan yang lahir dari hati akan lebih kuat dibandingkan sekadar hukuman,” katanya.
Kapolsek juga mengusulkan agar anak-anak maupun pemuda yang pernah berhadapan dengan hukum dapat dilibatkan dalam kegiatan dakwah, termasuk mengikuti program pembinaan yang dilaksanakan Jemaah Tabligh.
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri sekaligus mengembalikan mereka kepada nilai-nilai agama.
Jusman menegaskan, tugas menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga, tokoh agama, dan Jemaah Tabligh, untuk bersinergi memperkuat pembinaan iman sebagai benteng moral dalam mencegah lahirnya pelaku kejahatan baru.
“Kalau hati sudah dekat dengan Allah SWT, insyaallah seseorang akan berpikir berkali-kali untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Karena itu, mari kita hidupkan masjid sebagai pusat dakwah, pembinaan akhlak, dan pembentukan karakter umat,” tutupnya.







