Parigi Moutong, LANDASAN.ID – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi Partai Demokrat, H. Sami, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar Reses Masa Persidangan Tahun 2026 di Balai Desa Jonokalora, Kecamatan Parigi Barat, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Jonokalora, Kepala Desa Parigi Mpuu, sekretaris desa, para kepala dusun, tokoh adat, pengurus masjid, pengurus PKK, serta pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Dalam dialog bersama warga, sejumlah kebutuhan mendesak mengemuka, mulai dari perbaikan sarana ibadah, dukungan sektor pertanian, hingga penanganan persoalan ternak yang berkeliaran di lingkungan permukiman.
Pengurus Masjid Al-Rahman di Dusun III dan Masjid Al-Asar di Dusun I mengusulkan bantuan rehabilitasi bangunan masjid. Keduanya menyampaikan kondisi plafon yang mulai rusak dan membutuhkan perbaikan segera guna menunjang kenyamanan jamaah dalam beribadah.
Di sektor pertanian, Kepala Desa Parigi Mpuu mengusulkan bantuan bibit durian unggul untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Selain itu, masyarakat juga meminta dukungan alat semprot pertanian (sprayer) serta bantuan pupuk guna mendukung keberhasilan musim tanam.
Sementara itu, persoalan ternak sapi yang dibiarkan berkeliaran menjadi perhatian warga. Tokoh masyarakat mengusulkan pembangunan pagar ternak sebagai langkah untuk menjaga ketertiban lingkungan dan mencegah gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, H. Sami menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan seluruh usulan masyarakat melalui mekanisme legislasi maupun penganggaran daerah.
“Terkait pembangunan dan rehabilitasi masjid, saya siap membantu proses pengurusannya. Pengelola masjid segera mengajukan proposal resmi sebagai dasar administrasi. Begitu pula bantuan bibit durian dan sarana pertanian, akan saya upayakan melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) agar dapat direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar H. Sami.
Mengenai persoalan ternak, H. Sami mengimbau para pemilik hewan ternak agar lebih bertanggung jawab dalam pengelolaannya. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban lingkungan dengan tidak membiarkan ternak berkeliaran di jalan maupun area permukiman, sembari mempertimbangkan pembangunan pagar ternak sebagai solusi jangka panjang.
Reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi secara langsung kepada wakil rakyat, sekaligus memastikan aspirasi warga dapat masuk dalam agenda pembangunan daerah.






