Sigi, LANDASAN.ID – Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, M. Sadly Lesnusa, S.Sos., M.Si., menghadiri Haul ke-5 Al Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri di Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi, Sabtu (08/8/2026).
Haul tersebut menjadi momentum untuk mengenang kiprah dakwah, keilmuan, dan pengabdian Al Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri sekaligus memperkuat silaturahmi dan ukhuwah di tengah masyarakat.
Kegiatan itu turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, keluarga besar Al Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri, unsur Forkopimda, alim ulama, kiai, habaib, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, kepala OPD Pemprov Sulteng, jajaran Pemkab Sigi, serta keluarga besar dan Abnaulkhairaat.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa haul bukan sekadar agenda mengenang tokoh, tetapi menjadi ruang untuk mengambil keteladanan dari perjuangan Al Habib Saggaf dalam dakwah, pendidikan, pembinaan umat, dan pengembangan Alkhairaat.
Menurutnya, pembangunan Sulawesi Tengah harus berjalan seimbang antara kemajuan fisik dan pembangunan manusia. Masyarakat yang beriman, berakhlak, memiliki kepedulian sosial, serta menjunjung persaudaraan dinilai menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.
Komitmen tersebut, kata dia, salah satunya diwujudkan melalui Program BERANI BERKAH yang diarahkan untuk memperkuat kehidupan keagamaan, pembinaan akhlak, toleransi, serta pengamalan nilai-nilai kebaikan dan kearifan lokal.
Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, keamanan, dan ketenteraman daerah serta memperkuat ukhuwah dalam mendukung pembangunan Sulawesi Tengah menuju Sulteng Nambaso.
Sementara itu, M. Sadly Lesnusa mengapresiasi pelaksanaan Haul ke-5 Al Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri. Ia menilai keteladanan almarhum dalam bidang ilmu, akhlak, dakwah, dan kepedulian terhadap umat tetap relevan untuk diwariskan kepada generasi penerus.
“Haul ini menjadi momentum untuk mengenang dan mendoakan Al Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri, sekaligus mengingat kembali perjuangan dan pengabdian beliau. Nilai keilmuan, akhlak, persaudaraan, serta kepedulian terhadap umat merupakan teladan yang sangat berharga dan patut kita jaga serta teruskan,” ujar M. Sadly Lesnusa.
Ia menegaskan pesantren, ulama, habaib, dan lembaga pendidikan keagamaan memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak.
“Pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga menumbuhkan akhlak dan kepribadian yang baik. Karena itu, peran pesantren, ulama, habaib, dan lembaga pendidikan keagamaan sangat penting dalam membimbing generasi agar memiliki ilmu, iman, akhlak, serta kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.
M. Sadly juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah sebagai kekuatan sosial masyarakat Sulawesi Tengah yang hidup dalam keberagaman.
Menurutnya, persaudaraan dan toleransi harus terus dirawat melalui sikap saling menghormati, memperkuat silaturahmi, serta membangun kepedulian sosial.
“Persaudaraan dan toleransi merupakan amanah yang perlu kita jaga bersama. Dengan saling menghormati, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, insyaallah kehidupan masyarakat akan senantiasa diliputi kedamaian, ketenteraman, dan keharmonisan,” ungkapnya.
Ia berharap momentum haul tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghidupkan kembali semangat menuntut ilmu, memperbaiki akhlak, memperkuat persaudaraan, dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Semoga keteladanan dan nilai-nilai perjuangan Al Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri senantiasa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga ilmu, akhlak, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama,” tandas M. Sadly Lesnusa.







